Suara.com - Partai Amanat Nasional atau PAN menilai wajar jika PDIP memasang target untuk menang di Pemilu 2024 untuk menciptakan hattrick. Kemenangan disebut sudah menjadi cita-cita setiap parpol dalam mengikuti kontestasi Pemilu.
"PAN menganggap wajar dan sudah menjadi hukum besi politik bahwa setiap partai politik bercita-cita menang di setiap pemilu. Tidak ada partai politik yang tidak memiliki cita-cita menang pemilu. Semua peserta pemilu berjuang untuk menang pemilu," kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan Kamis (4/8/2022).
Ia mengatakan, dengan menang pemilu parpol akan menjadi partai yang memiliki kekuatan politik lebih besar dalam memutuskan kebijakan negara dan daerah.
"Kalau ada partai politik yang tidak memiliki cita-cita menang pemilu, maka perlu diperiksa oleh tim psikiater hehe," ungkapnya.
Menurutnya, partai politik adalah institusi modern dalam sistem demokrasi yang menentukan arah dan kebijakan negara. Ia mengatakan, Pemilu sebagai pengejahwantahan kedaulatan rakyat menjadi mekanisme demokrasi modern untuk melakukan seleksi secara periodik terhadap wakil rakyat dan kepemimpinan nasional.
"PAN bersama PDI Perjuangan dan partai politik lain tentu akan memperjuangkan hadirnya pemilu 2024 yang Luber, Jurdil, dan berintegritas demi membangun demokrasi Indonesia yang lebih baik," tandasnya.
PDIP Ingin Menang Hattrick
Sebelumnya, PDIP secara resmi sudah mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (1/8/2022) lalu. Partai berlambang banteng itu mengaku berkas pendaftaran sudah lengkap 100 persen dan pihaknya siap hattrick menang Pemilu.
Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto, mengatakan, bahwa proses pendaftaran sudah berjalan dengan baik. Menurutnya, proses selanjutnya hanya tinggal menunggu verifikasi oleh KPU.
"Sudah, kami lengkap, tentu KPU akan melakukan verifikasi tapi dari kami lengkap 100 persen semuanya yang disarankan," kata Bambang di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin.
Ia mengklaim, sebagai parpol yang unik ketika melakukan pendaftaran ke KPU, dilihat dari jumlah anggota yang didaftarkan. Menurutnya, ada makna tersendiri dari jumlah anggota yang didaftarkan.
"Kami salah satu yang unik dari kami, kami siapkan anggota yang daftarkan adalah 477.777, 4 itu adalah gambaran kursi yang kita rebut kuasa elektoral, 77 itu dalah ultah republik kita," tuturnya.
"Tujuh yang ketiga, Karena kami dari sebagian kita adalah orang jawa, itu adalah berharap menerima pitu, pitulungan. Pitutur yang baik untuk membuat pemilu lebih baik," sambungnya.
Lebih lanjut, kata Bambang, sesuai harapan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputeri dengan resmi daftarnya PDIP ke KPU, partai berlambang banteng itu ingin menang 3 kali Pemilu atau hattrick.
"Tentu kami tidak bisa berdiri sendiri, tapi harapaan hattrick menjadi komitmen kami semua seluruh jajaran partai karena itu perintah ketua umum dan tentu kami jabarkan sebaik baiknya dan ini harus dipahami, di dalam pemilu tidak ada ruang hampa. Semua akan bergerak untuk merebut dalam satu tujuan yang angka empat tadi," tandasnya
Berita Terkait
-
Wanti-wanti Pemerintah Segera Cairkan Anggaran KPU, Anggota Komisi II: Agar Pemilu 2024 Berjalan Sukses
-
Ray Rangkuti: Pemilu 2024 Perlu Tetap Dilaksanakan Tepat Waktu Demi Menggenjot Roda Perekonomian
-
Dorongan Puan Maharani Maju Capres 2024 Kian Menguat, Effendi Simbolon: Bobot Bibit Bebet Cucu Bung Karno!
-
Puan Maharani Disebut Sebagai Satu-satunya Sosok yang Miliki Kendali Politik untuk Diusung Jadi Capres atau Cawapres
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi