Suara.com - Misteri kerangka manusia yang ditemukan oleh pekerja perbaikan jalan di Desa Goromukti, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat akhirnya terungkap.
Polres Sukabumi menduga bahwa kerangka manusia tersebut merupakan korban pembunuhan. Korban pembunuhan tersebut diketahui bernama Salman (35) yang merupakan tukang ojek.
"Korban diketahui bernama Salman (35) warga Kampung Legokloa, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang merupakan penarik ojek," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Dharmawansyah di Sukabumi pada Minggu.
Pihak Polres Sukabumi langsung melakukan pembentukan tim untuk mengungkap kasus tersebut lantaran dari hasil autopsi menyatakan bahwa Salman merupakan korban pembunuhan. Penyelidikan ksus ini juga dibantu Polda Jabar.
Polres Sukabumi lalu berhasil mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku pembunuhan telah ditangkap personel Polsek Cisaat, Resor Sukabumi Kota atas kasus penipuan dan penggelapan.
Tersangka kasus penipuan dan penggelapan itu bernisial VS. Ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Cisaat. Setelah dilakukan pencocokan dari saksi dan informasi, VS ternyata juga pelaku pencurian dengan kekerasan dengan korbannya adalah Salman yang tewas akibat ditusuk pada bagian perut olehnya.
"Kami pun membawa tersangka VS ke Mapolres Sukabumi untuk mengembangkan kasus ini dan terduga pelaku pun mengakui perbuatannya telah menghilangkan nyawa Salman karena ingin menguasai hartanya yakni sepeda motornya," tambanya.
Kronologi pembunuhan
Kronologi terjadinya pembunuhan ini berawal saat tersangka pada akhir Juli 2022 lalu meminta korban mengantarnya ke daerah Desa Girimukti, setelah tarif ojek disepakati kedua belah, korban dan tersangka pun akhirnya meluncur ke alamat yang dituju.
Namun di tengah perjalanan di mana saat itu kondisi sudah malam dan jalanan pun gelap serta sepi, VS berpura-pura meminta Salman untuk menghentikan sepeda motornya karena ingin buang air kecil. Korban yang mulai curiga akhirnya mencoba melarikan diri dan terjadi cekcok mulut antara keduanya.
VS yang sedari awal sudah menyiapkan senjata tajam untuk menjalankan aksinya itu kemudian mengeluarkannya dari balik tasnya. Salman yang berupaya melawan akhirnya tidak berdaya setelah satu tusukan mengenai perutnya hingga tembus ke tulang iga korban.
Salman yang sudah tidak berdaya ditinggalkan begitu saja oleh VS dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian. Jasad korban baru ditemukan sekitar dua pekan kemudian dengan kondisi yang sebagian tubuhnya sudah menjadi kerangka oleh pekerja perbaikan jalan.
Dedy mengatakan sepeda motor korban yang dirampas, oleh tersangka digadaikan sebesar Rp4 juta. Dan saat ini pihaknya masih memburu orang yang menerima gadaian dari tersangka.
Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 365 tentang Pencurian Dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 15 tahun. Dari tangan tersangka turut disita helm berwarna hijau dan kacamata milik korban serta barang bukti lainnya yakni pakaian korban.
"Tersangka VS merupakan residivis pada kasus yang sama dan baru keluar dari penjara," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Dua Pemuda Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Laos, Korban: Lapor ke KBRI Tapi Belum di Respon
-
Sosok Salman, Tukang Ojek yang Ditemukan Meninggal Tragis Setelah Dikabarkan Menghilang
-
Misteri Hilangnya Tukang Ojek di Sukabumi Terungkap, Ternyata Dibunuh Sosok Beringas Ini
-
Makam Kuno Kembali Ditemukan di Cipetir Sukabumi, Warga: Ada Pahatan Tulisan Arab
-
Motif Ekonomi Jadi Alasan Pelaku Menghabisi Nyawa Tukang Ojek di Sukabumi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah