Suara.com - Sudah sebulan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ditangani, tetapi belum terungkap siapa dalang dan motifnya.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, salah satu tim yang ikut menangani kasus itu, saat ini belum memprioritaskan pemeriksaan terhadap istri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Tapi mereka sudah mengagendakan pendalaman keterangan terhadap semua saksi, terutama Bharada Richard Eliezer yang telah ditetapkan menjadi tersangka.
Richard akan diperiksa ulang terkait perkembangan terbaru dari kasus yang sedang menyita perhatian publik ini.
"Tapi prioritas kami saat ini adalah balistik," kata komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin (8/8/2022)..
Pemeriksaan terkait uji balistik rencananya akan dilakukan pada Rabu (10/8/2022).
Dalam kasus kematian Brigadir Yosua, selain menetapkan Bharada Richard menjadi tersangka, Bareskrim Polri juga sudah menetapkan ajudan Putri Candrawathi, Brigadir Ricky Rizal, menjadi tersangka.
Brigadir Ricky disangkakan dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
Pasal itu beda dengan pasal yang dipakai untuk mentersangkakan Bharada Richard yaitu Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
Kedua anggota itu dijadikan tersangka atas laporan dari keluarga Brigadir Yosua yaitu terkait dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, juncto 338, juncto 351 ayat (3) juncto 55 dan 56 KUHP.
Brigadir Yosua dilaporkan meninggal dalam baku tembak dengan Bharada Richard di rumah Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022), sore, tapi belakangan peristiwa baku tembak itu diragukan kebenarannya, terutama setelah muncul pernyataan dari pengacara Bharada Richard.
Baca Juga: Besok, LPSK Bakal Sambangi Kediaman Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga
Tim khusus Polri dan tim Komnas HAM saat ini sedang menelusuri penyebab kematian Brigadir Yosua.
Ferdy Sambo telah dibawa di Mako Brimob untuk pemeriksaan sejak dua hari lalu.
Dalam proses penelusuran kasus, Inspektorat Khusus Timsus Polri memeriksa 25 personel Polri yang melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara di rumah Ferdy Sambo.
Dikutip dari Antara, dari 25 orang tersebut, empat di antaranya ditempatkan di tempat khusus, salah satunya Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus selama 30 hari di Mako Brimob Kelapa Dua Depok untuk pemeriksaan.
Tim gabungan Itsus melakukan pengawas pemeriksaan khusus terhadap Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir Yosua di rumah dinas Duren Tiga.
Tim telah memeriksa 10 saksi dan beberapa bukti terkait dugaan pelanggaran prosedur oleh Ferdy Sambo dalam penanganan TKP Duren Tiga.
Berita Terkait
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate