Suara.com - Anggota Koalisi Kawal Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu sekaligus Peneliti PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia), Bivitri Susanti menjelaskan sejumlah dampak yang muncul terkait keterwakilan perempuan di Bawaslu, dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu.
Bivitri menuturkan jika ada sengketa dan pelanggaran pemilu, nantinya perempuan dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan.
"Seandainya ada sengketa yang harus diselesaikan Bawaslu, bahkan termasuk kalau bicara pelanggaran pemilu saja nanti kan pintunya di Bawaslu nanti di Gakkumdu," ujar Bivitri dalam jumpa pers terkait 'Darurat Keterwakilan Perempuan dalam Proses Seleksi Bawaslu Provinsi' di Bawaslu RI, Jakarta, Senin (8/8/2022).
Pernyataan Bivitri tersebut menyusul adanya pengumuman Tim Seleksi terkait daftar peserta yang lolos seleksi tes kesehatan dan wawancara untuk calon anggota Bawaslu di 25 provinsi pada 2 Agustus 2022 lalu.
Dari total 150 orang peserta yang lolos seleksi tahapan tes kesehatan dan tes wawancara di 25 provinsi, hanya terdapat 28 orang peserta perempuan atau sekitar 18,7 persen.
Menurutnya, jika tak ada keterwakilan perempuan dalam pengambilan di Bawaslu, dikhawatirkan akan ada kerugian-kerugian yang akan dialami para caleg perempuan.
"Kalau tidak ada keterwakilan dalam perempuan yang ada dalam pengambilan keputusan di Bawaslu, maka tidak akan ada affirmative action juga pada calon legislatif. Nah, pada akhirnya nanti akan ada kerugian-kerugian yang akan dialami oleh caleg perempuan," tuturnya.
"Padahal kita tahu pemilu kompetisinya luar biasa, kepentingan nya bukan hanya soal perempuan atau laki tapi soal kerabat siapa dan seterusnya," sambungnya.
Selain itu, Bivitri mengungkapkan posisi perempuan sangat rentan ketika terjadi sengketa Pemilu.
Baca Juga: Lakukan Penganiayaan Dengan Sajam di Tiga Tempat Berbeda, Tiga Pemuda di Jogja Diciduk Polisi
Pasalnya kata Bivitri, perempuan kerap dianggap tak memiliki kapasitas dan kemampuan serta jaringan yang mumpuni
"Karena ketika ada sengketa seperti itu, maka yang pertama-tama dilihat (perempuan) mudah sekali dikalahkan dan pada umumnya juga apa tidak punya kapasitas maupun jaringan yang mumpuni untuk fight gitu dalam sebuah sengketa itu pasti perempuan gitu," jelasnya.
Karena itu Koalisi Kawal Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu, kata Bivitri, mengharapkan adanya keterwakilan perempuan di Bawaslu provinsi agar dapat mengambil kebijakan-kebijakan afirmatif di tingkat bawah.
Sehingga kata Bivitri, nantinya ada upaya afirmatif agar caleg perempuan dapat lebih setara dalam berkompetisi di Pemilu 2024
"Kalau ada ketewakilan perempuan paling tidak nanti ada kebijakan-kebijakan afirmatif di tingkat bawah untuk memastikan pada situasi-situasi tertentu kalau ada calon-calon legislatif yang harus punya masalah di Bawaslu. Paling tidak, akan ada upaya yang sifatnya afirmatif supaya caleg perempuan itu bisa lebih lebih setara bertandingnya."
Berita Terkait
-
Koalisi Ini Sesalkan Tim Seleksi Tak Perhatikan Keterwakilan Perempuan 30 Persen Calon Anggota Bawaslu Provinsi
-
98 Anggota KPU di Daerah Dicatut Namanya Jadi Anggota Partai, Bawaslu Wanti-Wanti Parpol
-
Dituduh Maladministrasi, JPKPT Laporkan Timsel Bawaslu Kepri ke Ombudsman
-
Jika Nama Anda Dicatut Parpol Peserta Pemilu 2024, Ini yang Harus Dilakukan
-
Mulai Dibuka, Bawaslu Depok Awasi Pendaftaran Parpol
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung