Suara.com - Pemandangan tak biasa tampak di acara wisuda Universitas Andi Djemma (Unanda) Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Senin (8/8/2022).
Pasalnya, seorang bayi berusia empat bulan datang lengkap mengenakan toga di antara 500-an wisudawan lain.
Rupanya bayi perempuan bernama Kimberli itu dibopong ke acara wisuda oleh neneknya untuk mewakili sang ibu yang baru meninggal dunia beberapa bulan lalu.
Melansir dari akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, ibu dari Kiberli yakni Citra Fadila Arsay meninggal dunia pada Maret 2022 lalu usai melahirkannya.
Citra sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi yang seharusnya diwisuda Agustus ini.
Nahasnya, ajal menjemputnya terlebih dahulu sehingga prosesi wisuda diwakilkan oleh putri munginya.
Saat nama Citra dipanggil, suasana aula nampak hening. Berbagai mahasiswa ikut menangis melihat bayi Kimberli yang dibopong sang nenek untuk mengambil ijazah ibunya.
Sang nenek yang menggendong Kimberli juga tak bisa menahan tangis. Meski bocah yang dia gendong terlihat tak mengerti apa-apa.
Ayah Kimberli Ditahan Polisi
Tak muncul di wisuda, rupanya Reza yang merupakan ayah dari Kimberli atau suami Citra ditahan oleh polisi.
Reza sendiri ditahan oleh polisi karena kecelakaan di Sidrap yang membuat korbannya meninggal dunia.
Baik Reza maupun Citra seharusnya diwisuda bersamaan, namun akibat musibah yang menimpa mereka, Citra meninggal dunia usai melahirkan sementara Reza ditahan.
Unggahan di akun Insatram @pembasmi.kehaluan.reall tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet
"Ya Allah malang banget nasibmu nak, semoga jadi anak yang sukses selalu," komentar warganet.
"Calon anak yang hebat," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Ahli Praperadilan Gus Yaqut Sebut Negara Tak Jualan Kuota Haji, Begini Keterangannya
-
Di Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Dana Haji Bukan Keuangan Negara
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK
-
Diundang Bukber di Istana, Akankah Ulama dan Prabowo Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah?
-
Resmi! YouTuber Bigmo dan Resbob Tersangka Kasus Fitnah Azizah Salsha
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar
-
BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya