Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tidak berobat keluar negeri karena saat ini pemerintah sudah menyiapkan rumah sakit modern di daerah.
"Saya sangat sedih jika mendengar ada masyarakat kita yang sakit dan berobat keluar negeri dan untuk di Kalbar, masih banyak yang berobat ke negara tetangga. Mulai hari ini, jangan lagi berobat ke luar negeri, karena Kalbar sudah ada rumah sakit modern yang bisa melayani masyarakat," kata Jokowi saat meresmikan Gedung RSUD Soedarso Pontianak, Selasa (9/8/2022).
Jokowi mengatakan pemerintah pusat dan daerah telah melakukan gotong royong untuk membangun Gedung RSUD Soedarso yang dilengkapi dengan peralatan modern.
"Tadi saya sudah cek semua kondisi ruangan di gedung baru ini. Gedung RSUD Soedarso ini mulai dibangun menggunakan APBD Kalbar sejak 2019 itu, memiliki dua tower dengan masing-masing enam lantai. Kami dari pusat menyiapkan alat kesehatan di gedung itu dengan biaya Rp200 miliar lebih," ujarnya.
Presiden menambahkan, Gedung RSUD Soedarso dengan dua menara tersebut memiliki 277 tempat tidur serta 14 kamar operasi. Selain itu gedung baru RS tersebut juga dilengkapi dengan ruang ICU, NICU, PICU dan ICCU.
Pembangunan Gedung RSUD Soedarso yang baru merupakan gagasan dari Gubernur Kalbar Sutarmidji yang berkeinginan Kalbar memiliki RS yang lebih representatif.
Pembangunan di sektor kesehatan ini, juga sekaligus sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Saya juga sangat mendukung kebijakan Pemprov Kalbar yang akan menerapkan operasional rumah sakit tersebut tanpa kelas, agar semua masyarakat mendapatkan pelayanan yang sama dan berkualitas. Mudah-mudahan rumah sakit ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kalbar, sehingga tidak berobat keluar negeri lagi," kata Jokowi. (Antara)
Baca Juga: Presiden Jokowi: Mulai Hari Ini Jangan Lagi Berobat ke Luar Negeri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih