Suara.com - Seorang anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menganiaya kekasihnya sendiri di kawasan Kemang pada Senin (8/8/2022). Motif penganiayaan tersebut diduga karena pelaku cemburu pada korban.
Adapun sang anggota PPSU wilayah Rawa Barat Kebayoran Baru itu bernama Zulpikar dan sang perempuan yang merupakan kekasihnya itu bernama Eti. Peristiwa ini mendapatkan sorotan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga pada akhirnya oknum anggota PPSU bernama Zulfikar tersebut dipecat.
Berikut fakta-fakta anggota PPSU aniaya pacar yang telah dirangkum dari pemberitaan Suara.com.
1. Video Viral di Media Sosial
Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota PPSU tersebut terekam kamera seorang warga hingga diunggah oleh salah satu akun Instagram dan viral di media sosial.
Dari video yang diunggah, pria yang merupakan anggota PPSU itu terlihat melakukan tindak penganiayaan berkali-kali. Mula-mula, pria bercelana oranye dan berkaos hijau itu menendang sang perempuan hingga terjatuh.
2. Korban Dijambak dan Ditabrak
Dalam video yang beredar luas di media sosial, anggota PPSU itu terlihat menjambak korban yang sudah tidak berdaya.
Tak hanya itu, anggota PPSU itu dengan sepeda motornya sengaja menabrak sang kekasih hingga terpental.
Baca Juga: Petugas PPSU Aniaya hingga Tabrak Pacar, Endingnya Buat Kecewa: Cinta Itu Buta
3. Wagub DKI Telepon Lurah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal dugaan penganiayaan yang dilakukan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terhadap seorang perempuan di Kemang, Jakarta Selatan. Riza mengecam keras adanya tindakan kekerasan tersebut.
alam sesi wawancara dengan media di Balai Kota DKI, Wagub Riza bahkan langsung menelepon Lurah Rawa Barat. Ia meminta kepada Lurah agar segera memecat Z.
"Nanti sesuai dengan mekanisme diberi sanksi di antaranya pemecatan ya pak ya. nanti kita lakukan evaluasi bagi yang lain, kita evaluasi semuanya ya anggota PPSU jadi perhatian," ujar Riza kepada Lurah, Selasa (9/8/2022).
4. Korban Tidak Melapor karena Masih Cinta
Lurah Bangka Firdaus Aulawy mengungkapkan, peristiwa PPSU aniaya pacar tersebut terjadi pada Senin (8/8/2022) siang. Motif penganiayaan itu diduga karena cemburu.
Berita Terkait
-
Petugas PPSU Aniaya hingga Tabrak Pacar, Endingnya Buat Kecewa: Cinta Itu Buta
-
Tarif Ojol Naik, Wagub DKI Sebut Bisa Dongkrak Penumpang Transportasi Umum di Jakarta
-
Aksi Penganiayaan Oknum PPSU Berujung Damai karena Korban Masih Cinta, Warganet Dibikin Geram
-
Bukan di JIS, Anies Akan Gelar Upacara Kemerdekaan RI di Monas
-
Pelaku Penyulut Rokok ke Leher Pelajar Surabaya Diringkus
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!