Suara.com - Tabir pembunuhan Brigadir J perlahan terbuka. Sebelumnya Kapolri telah menetapkan eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sebagai dalang pembunuhan anak buahnya sendiri.
Kemudian tayangan CCTV kembali muncul ke publik dengan memperlihatkan alur perjalanan Ferdy Sambo bersama rombongan mulai dari Magelang menuju Jakarta.
Dari rentetan rekaman itu terlihat perjalan jendral bintang dua tersebut bersama rombongan mulai dari sempat berhenti di rest area tol. Hingga masuk kedalam rumah pribadi yang berlokasi di Jalan Saguling 3, Duren Tiga Jakarta Selatan.
Rekaman CCTV juga menunjukan soal mobil istri Sambo, Putri Chandrawati yang menuju rumah tempat para ajudannya. Tak lama disusul dengan mobil Sambo yang melintas beberapa menit kemudian.
Tak lama berselang, kedua mobil tersebut meninggalkan rumah tempat para ajudan itu tinggal. Setelahnya bukti cctv menunjukan istri sambo menangis saat masuk kedalam rumah.
Kembali lokasi sekitar rumah dinas Sambo di Duren Tiga, cctv merekam mobil Satreskrim Polres Jakarta Selatan melintas di jalan tersebut, kemudian disusul dengan mobil ambulance dibelakangnya. Kemudian ada pula mobil provos dan mobil mini bus lainnya.
Saat itu rombongan mobil tersebut menuju ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati Jakarta Timur. Iring-iringan mobil tersebut saat itu terekam cctv masuk RS Polri sekira pukul 20.06 WIB.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jendral Polisi dr Hariyanto membenarkan terkait hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya memang melakukan autopsi terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
“Iya kan benar diautopsi di RS polri,” katanya, kepada Suara.com, Kamis (11/8/2022).
Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J: Murka Dengar Cerita Istri Dilecehkan
Namun, saat disinggung terkait luka ditubuh Brigadir J serta siapa saja petugas kepolisian yang hadir pada malam itu, Hariyanto tidak bisa menjelaskannya.
“Tim kedokteran forensik, hanya memeriksa jenazah atas permintaan penyidik dan menyampaikan hasil yang diperiksa hanya kepada penyidik atau menyampaikan kepada penyidik, dan atas perintah hakim di pengadilan, itu aturannya,” pungkas Haryanto.
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Ngaku Bunuh Brigadir J karena Lecehkan Istri, Polri: Kalau Gak Ngomong Sekali pun Tak Ada Masalah
-
Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Irjen Napoleon: Tidak Semua Polisi Brengsek
-
Polisi Beberkan Motif Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J: Murka Dengar Cerita Istri Dilecehkan
-
Dugaan Motif Pembunuhan Brigadir J Menurut Kuasa Hukum, Mulai dari Perselingkuhan Hingga Tata Kelola Bisnis Kotor
-
4 Fakta Sifat Asli Bharada E atau Bharada Eliezer yang Dibongkar Paman
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM