Suara.com - Jurnalis senior Najwa Shihab memberi balasan menohok terkait pernyataan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Sebelumnya, memang viral penyataan Megawati yang menyebutkan bahwa perempuan yang tak bisa masak adalah perempuan tak wajar.
Dalam hal ini, Najwa Shihab menangkal pernyataan Megawati melalui jawabannya terhadap pentanyaan seorang mahasiswa tentang perempuan.
"Bahkan mohon maaf kemarin ada statement menarik dari presiden kelima Megawati yang bilang perempuan harus bisa masak," ungkap Najwa Shihab.
"Bu Mega tersayang, saya setuju perempuan harus bisa masak, tetapi laki-laki juga harus bisa masak," tambahnya.
Menurut Najwa Shihab, memasak adalah bagian dari skill kehidupan bukan kodrat perempuan.
"Kodrat perempuan itu, melahirkan, menstruasi, dan menyusui itu kodrat perempuan," ujar Najwa.
"Di luar hal itu bisa dilakukan laki-laki dan perempuan," imbuhnya.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
Baca Juga: Terjebak Macet, Driver Ojol Terekam Kamera Beri Uang ke Anak Pemulung
"Sependapat, beda emang kalau orang pintar yang ngomong semua serba dipikirkan tidak asal ngomong," komentar warganet.
"Kang bakso, kang mie ayam, kang nasgor, kang sate, kang seblak juga semuanya laki-laki. Mereka bisa kok masak enak," imbuh warganet lain.
"Betul, buktinya ada Chef Juna dan Chef Arnold dan chef-chef laki-laki lainnya," tambah lainnya.
"Bener tapi enggak usah bisa masak bisa beberes rumah aja dan peka sama kerjaan di rumah," tulis warganet di kolom komentar.
"Alhamdulillah dapat suami bisa segalanya, masak bisa nyapu-nyapu bisa, ngobatin pas aku lagi sakit bisa juga," timpal lainnya.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah disukai ribuan kali dan bisa disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Depok Luncurkan Program Wirausaha Baru dan Pengusaha Perempuan
-
Kasus Dugaan Pencurian Cokelat dan Pengancaman Karyawan Alfamart Didalami Polisi
-
Heboh Sepasang Kekasih Sejaket di Atas Motor, Netizen: Awas Gancet
-
Lima Pria Aniaya Ustaz dan Santri Gegara Tak Puas Bayar Makan, Tiga Tersangka Ditahan Empat Hari
-
Unik! Cewek Pede Buka Google Maps Pakai Laptop di Lampu Merah, Warganet Malah Salfok ke Hal Ini
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi