Naik dari kelas ekonomi, KAI menawarkan kelas bisnis yang dibanderol dengan harga relatif sedikit lebih tinggi. Meski demikian, harga kelas bisnis cukup terjangkau dan dilengkapi dengan fasilitas yang lebih 'mewah'.
Perbedaan paling mencolok antara kelas bisnis dengan kelas ekonomi adalah susunan kursi. Susunan kursi kelas bisnis tak berhadap-hadapan seperti kelas ekonomi, sehingga memberi ruang lebih bagi para penumpang untuk menjulurkan kaki.
Seperti kelas ekonomi, kelas bisnis juga dilengkapi dengan AC dan colokan listrik.
3. Kelas eksekutif
Kelas ketiga yang ditawarkan oleh KAI adalah kelas eksekutif.
Bagi para pelancong yang ingin mendapatkan fasilitas yang premium, maka kelas eksekutif KAI menjadi solusi prima. Sayangnya, tiket kelas eksekutif dibanderol dengan harga relatif paling mahal ketimbang kelas-kelas di bawahnya.
Dengan harga yang dibayarkan, kelas eksekutif dilengkapi fasilitas mewah seperti kursi yang dilengkapi dengan pengatur kemiringan dan pijakan kaki. Sehingga, penumpang dapat duduk nyaman di kursi kelas eksekutif untuk perjalanan jauh.
4. Kelas Priority dan Luxury
Kelas eksekutif juga memiliki subklas eksekutif priority dan luxury. Adapun kelas eksekutif priority menyediakan makan ala carte bagi para penumpang. Dua kelas ini diketahui mematok harga paling tinggi.
Baca Juga: Gara-Gara Komplain Kursi Kereta Api Kelas Ekonomi Buat Sakit Badan, Pria Ini Dibilang Kufur Nikmat
Sedangkan kelas eksekutif luxury menyediakan fasilitas hiburan seperti video on demand untuk menemani perjalanan para penumpang.
Selain itu, kursi dan fasilitas yang bisa dinikmati penumpang dua kelas paling mewah di kereta api ini juga berbeda. Penumpang bisa mengatur sandaran kursi dan seolah-olah bisa menyerupai tempat tidur sehingga kenyamanan penumpang terjamin.
Itu lah keempat kelas kereta api yang disediakan oleh KAI. Mana kelas favorit pembaca?
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Gara-Gara Komplain Kursi Kereta Api Kelas Ekonomi Buat Sakit Badan, Pria Ini Dibilang Kufur Nikmat
-
4 Modal Basic yang Harus Dimiliki Pebisnis dalam Membuat Konten
-
Jumlah Modal Bisnis Ayam Petelur, Tips Pahami Perkembangan Pasar dan Untung Berlipat
-
4 Tips Mendirikan Bisnis Pet Shop dan Dapatkan Langganan Pecinta Kucing
-
Petugasnya Dilecehkan Calon Penumpang di Stasiun Bogor, PT KAI Ambil Tindakan Tegas
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah