Suara.com - Sekitar 750 Relawan Mak Ganjar hadir dalam kegiatan Dzikir dan Doa Bersama serta Santunan Kepada Yatim Piatu di Masjid As-Salam Dusun 5, Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Mereka berbondong-bondong hadir sejak satu jam sebelum kegiatan karena memang sudah memiliki aspirasi tentang sosok paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Nasional 2024, yaitu Ganjar Pranowo.
Saat memberikan sambutan, Nurapsi sebagai Koordinator Wilayah Jawa Barat mengulangi pesan Ganjar Pranowo yang sering dia ulang untuk perempuan Indonesia. Yaitu, agar mereka ikut berkontribusi dan berprestasi guna mendukung program kesetaraan gender di Indonesia. Pesan ini antara lain disampaikan Ganjar pada momentum Hari Perempuan Internasional beberapa bulan lalu.
Pesan itulah yang digaungkan Nurapsi tak terkecuali kepada emak-emak yang ada di Jawa Barat.
"Pak Ganjar ini kan orangnya memang sangat mendukung kesetaraan gender. Pesan Pak Ganjar ini saya bawa kepada relawan untuk lebih berani dan berkembang di mana pun itu," ujar Nurapsi.
Untuk itu, Nurapsi bertekad, Mak Ganjar akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai kesetaraan gender kepada seluruh relawan dan masyarakat.
"Dalam kontruksi sosial, sebetulnya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Kalau melahirkan ataupun menstruasi itukan kodrat. Tapi mengurus pekerjaan yang sifatnya rumah tangga, itu peran laki-laki dan perempuan," ujarnya.
Menurutnya, upaya membawa program Ganjar dalam hal kesetaraan gender di Jawa Barat membutuhkan peran aktif dari seluruh relawan Mak Ganjar.
"Edukasi semacam itu yang akan terus kita lakukan sesuai pesan Pak Ganjar, baik secara konvensional maupun media sosial dengan mengajak masyarakat lebih pro aktif," tambahnya.
Baca Juga: Terjungkal atau Tinggalkan PDIP, Ganjar Pranowo Harus Cari Partai Lain ?
Kesetaraan Gender Program Prioritas Jawa Tengah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan berbagai strategi penyetaraan gender dan menjadikan program tersebut sebagai fokus utama dalam pemerintahan Ganjar Pranowo.
Harapannya agar perempuan mampu menunjukkan peran mereka dalam pembangunan, dalam pengembangan sosial ekonomi masyarakat.
"Apalagi, Pak Ganjar pernah menyampaikan kalau Jateng mendorong perempuan untuk duduk di kursi strategis di pemerintahan, seperti beberapa kepala dinas di lingkungan Pemprov Jateng dijabat oleh perempuan," tutup Nurapsi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Terjaring OTT dan Resmi Ditahan KPK, Kepala Pajak Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap