Suara.com - Rekaman pengakuan seorang pria sedang menggegerkan media sosial. Pasalnya pria yang mengaku bernama Riko Pujianto itu merasa telah dikriminalisasi hingga ditetapkan sebagai tersangka.
Dilihat Suara.com di akun Instagram @majeliskopi08, Riko yang sebelumnya berprofesi sebagai sales di salah satu perusahaan di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kronologi Hingga Dikriminalisasi
Riko lantas mengungkap, bahwa ia mengalami penganiayaan dan penyekapan oleh pemilik perusahaan tempatnya bekerja pada 10 Oktober 2020.
"Motif atau alasan beliau melakukan penganiayaan dan penyekapan kepada saya adalah karena saya bermaksud untuk membongkar dugaan penggelapan pajak yang selama ini dilakukan perusahaan," tutur Riko, dikutip pada Selasa (30/8/2022).
Tentu saja, Riko selaku korban tidak menerima begitu saja penganiayaan dan penyekapan yang dialaminya. Ia pun berniat melaporkan sang atasan kepada pihak berwajib.
"(Tapi) beliau mengajak kami untuk berdamai," ungkap Riko. "Karena saya tidak ingin diajak berdamai, beliau menjadi takut dan melaporkan saya terlebih dahulu di Polsek Bantargebang."
Ya, justru terduga pelaku penganiayaan dan penyekapan yang juga telah menggelapkan pajak malah melaporkan korban. Hal ini diduga dilakukan demi menutup mulut Riko Pujianto.
"Dengan tuduhan saya melakukan penipuan dan penggelapan di perusahaan," sambung Riko. Padahal, menurutnya, ia tidak pernah melakukan semua poin yang dituduhkan kepadanya.
Baca Juga: 4 Fakta Eks Polwan Ngaku Dipecat Usai Perjuangkan Kebenaran, Begini Respons Kapolres
Mirisnya, laporan tersebut ternyata tetap diproses pihak berwajib. "(Dan bahkan) sekarang saya malah dijadikan tersangka," kata Riko.
Mengaku Alami Intimidasi Selama Penyidikan
Lewat video yang semula diunggah @jimmislow.7.5 itu, Riko Pujianto juga mengaku kerap mendapat tindak intimidasi dari penyidik. Bahkan intimidasi itu terus berlanjut sampai ketika kasusnya sudah ditarik ke Polda Metro Jaya.
"Di Polsek Bantargebang, Polresta Metro Kota Bekasi, sampai akhirnya ditarik ke Polda Metro Jaya, saya mengalami banyak bentuk intimidasi dan tekanan dari oknum-oknum polisi," ujar Riko.
Ia lantas menyebutkan beberapa nama oknum polisi yang disebut-sebut telah mengintimidasinya. Bahkan ada oknum polisi di Polsek Bantargebang yang mencoba mengintervensi kasus dengan memberikan sejumlah uang kepada saksi yang dibawa Riko.
Tetap Laporkan Dugaan Penggelapan Pajak Perusahaan
Berita Terkait
-
4 Fakta Eks Polwan Ngaku Dipecat Usai Perjuangkan Kebenaran, Begini Respons Kapolres
-
Duh! Driver Ojol Malah Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Saat Tolong Korban Kecelakaan, Warganet Emosi
-
Viral Fashion Show Unik Tenteng Busana Mirip Gorden, Bikin Ingat Kak Jill
-
DPR RI Diduga Berencana Anggarkan Dana Rp 955 Juta Buat Cetak Kalender, Publik: The Real Beban Negara
-
Pilu! Pria Ditinggal Istri Berpulang 3 Jam Setelah Resmi Menikah, Kini Ramai Lagi Usai Diangkat ke Film
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus