Suara.com - Sejak perdana tayang di bioskop, film KKN di Desa Penari memang ramai diperbincangkan banyak orang. Bahkan para penonton rela antri berjam-jam demi bisa menyaksikan film ini di bioskop. Perlu diketahui, bahwa film ini memiliki tiga versi yang berbeda. Penasaran, apa perbedaan film KKN di Desa Penari versi biasa, uncut, dan extended? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini, yuk!
Perbedaan KKN di Desa Penari Versi Biasa, Uncut dan Extended
1. Film KKN di Desa Penari Versi Biasa
Film KKN di Desa Penari versi biasa merupakan film yang sudah mendapatkan editing sampai akhirnya tayang di bioskop. Awi Suryadi mengatakan bahwa versi biasa yang tayang di bioskop ini mengalami banyak pemotongan adegan karena dianggap tidak perlu. Sebagian besar adegan yang dipotong di antaranya adalah drama karena MD Entertainment ingin fokus menonjolkan cerita horor di film itu.
2. Film KKN di Desa Penari Versi Uncut
Film KKN di Desa Penari versi uncut yang sudah bisa dinikmati di Disney+Hotstar memiliki durasi yang lebih panjang daripada versi biasa. Dilansir situs resmi Lembaga Sensor Film (LSF), film KKN di Desa Penari versi uncut ini berdurasi sepuluh menit lebih panjang dari versi bioskop. LSF juga menuliskan bahwa film KKN di Desa Penari versi uncut ini berdurasi 130 menit atau 2 jam 10 menit.
Namun, layanan Disney+ Hotstar menuliskan KKN di Desa Penari versi uncut berdurasi 2 jam 9 menit, selisih satu menit dibandingkan keterangan yang diberikan oleh LSF. Terlepas dari perbedaan satu menit itu, film KKN di Desa Penari dipastikan menambah adegan yang memang gagal masuk ke versi biasa atau yang tayang di bioskop.
3. Film KKN di Desa Penari Versi Extended
Film KKN di Desa Penari versi extended ini akan menampilkan lebih banyak lagi adegan tambahan yang sebelumnya gagal lolos editing. Manoj Punjabi selaku produser mengatakan bahwa versi extended yang akan dirilis akhir tahun 2022 ini memiliki durasi 40 menit lebih lama. Kemudian, Manoj Punjabi juga sengaja ingin mengeluarkan versi extended ini untuk memuaskan penggemar yang masih penasaran adegan apa saja yang memang dipotong dari cerita utas ke filmnya.
Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton KKN Desa Penari di Disney Hotstar versi Uncut
Lembaga Sensor Film telah mengklasifikasikan film KKN di Desa Penari versi biasa untuk penonton usia 13 tahun ke atas, dan versi uncut untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Jadi, para penonton harus bijak dalam memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia, termasuk film KKN di Desa Penari ini.
Itulah perbedaan KKN di Desa Penari versi biasa, uncut dan extended. Selamat menonton!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Sinopsis dan Link Nonton KKN Desa Penari di Disney Hotstar versi Uncut
-
6 Film Indonesia yang Tembus 1 Juta Penonton di Tahun 2022, KKN di Desa Penari Jadi Film Terpopuler
-
KKN Di Desa Penari Jadi Film Terlaris, Tissa Biani Akui Trauma Syuting Genre Horor
-
Film KKN Di Desa Penari Extended Version Siap Tayang Akhir Tahun Ini
-
Desa Bayu Diyakini Lokasi Cerita KKN di Desa Penari, Sang Kades Beberkan Kisahnya
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut