Suara.com - Pelaku begal handphone berinisial RR (21) yang baru saja diringkus aparat Polsek Tambora merupakan residivis kasus serupa. Pelaku diketahui baru bebas dari penjara pada 2020 lalu.
Kapolsek Tambora Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan, RR merupakan kasus serupa yang baru bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) pada tahun 2020 lalu.
Setelah bebas dari lapas, pelaku RR, disebutkan wanita yang karib disapa Kak Ocha itu, telah tiga kali melakukan aksi begal.
“Sudah tiga kali melalukan ini. Residivis. Terakhir penjara tahun 2020. Jadi sekarang kita amankan lagi,” kata Ocha, di Polsek Tambora, Kamis (1/9/2022).
Ocha mengatakan, HP hasil rampasan biasanya di jual ke Roxy, dengan harga ratusan ribu rupiah. Kemudian hasil kejahatan tersebut dibagi tiga dengan komplotannya.
“Udah dijual di Roxy 450 ribu. Dibagi tiga. Uangnya Buat beli jajan,” katanya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku terancam dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sebelumnya, seorang pria bernama Djikrum (30) menjadi korban begal saat berada di depan rumahnya, Jembatan Besi 8, Rt 12/06 Tambora, Jakarta Barat.
Kakak korban, Agus Salim (50) mengatakan kejadian itu terjadi pada Kamis (14/7/2022) dinihari sekitar pukul 03.28 WIB. Saat itu, kata Agus, Djikrum dibegal selepas berbelanja bensin eceran.
“Kondisi bensin eceran mah tutup. Cuma dia (korban) abis belanja bensin. Belanja bensin kan bisanya malem,” kata Agus, saat ditemui Suara.com, Senin (18/7/2022).
Saat itu, lanjut Agus, adiknya sedang duduk di teras depan rumahnya. Tiba-tiba saja dua orang dengan membawa sajam jenis clurit menodongnya.
“Abis belanja bensin dia ngopi di teras. Tiba-tiba dateng dua orang lansung ngalungi celurit ke leher,” katanya.
Djikrum pun tidak dapat melawan karena kalah jumlah dan dibawah ancaman senjata tajam. Ia hanya bisa pasrah menyerahkan barang berharga miliknya berupa sebuah handphone dan uang tunai senilai Rp 500 ribu.
“Mau ngelawan tapi celurit dua biji udah dileher. Yaudah diserahin tuh handphone sama duit Rp 500 ribu,” ungkap Agus.
Agus menyebut, baru kali ini peristiwa seperti itu menimpa keluarganya. Meski demikian aksi kejahatan yang menyasar handphone warga sekitar sudah sering terjadi.
“Kalo keluarga saya yang kena itu baru pertama. Tapi kejadian begitu (begal) sering, belom lama kejadian menimpa ade saya, disono aja kejadian lagi. Korban diajak ke Muara Angke terus abis diambil diturunin disana,” imbuh dia.
Tag
Berita Terkait
-
Buron usai Aksinya Viral Kalungi Celurit Pedagang Bensin Eceran, Pelaku Begal di Tambora Tertangkap saat Pulang ke Rumah
-
Nasib Apes Remaja Penjual Baju Online di Lombok, Antar Barang Malah Dibegal
-
Heboh Begal Berpistol Rampas Sepeda Motor Warga di Deli Serdang, Polisi Bilang Begini
-
Heboh Kabar Begal Berpistol Rampok Motor Warga di Deli Serdang, Polisi Turun Tangan
-
Polisi Selidiki Aksi Begal Bercelurit Yang Rampas HP Korban Di Cipayung
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan