Suara.com - Seluruh tersangka kasus pembunuhan Brigadir J akan melewati uji kebohongan menggunakan alat lie detector atau polygraph. Tiga tersangka yang sudah dites yakni Bharada E, Brigadir RR dan Kuat Maruf.
Ketiganya menjalani pemeriksaan menggunakan alat lie detector pada Selasa (6/9/2022). Hasilnya? Ketiganya dinyatakan memberikan keterangan jujur.
"Barusan saya dapat hasil sementara uji polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya 'No Deception Indicated' alias jujur," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).
Selain ketiga tersangka itu, tersangka lain yakni Putri Candrawathi juga harus melewati uji kebohongan, termasuk tersangka utama yakni Ferdy Sambo yang rencananya akan melewati uji lie detector pada Kamis (8/9/2022) besok.
Satu saksi yakni Susi selaku ART keluarga Ferdy Sambo juga bakal menjalani uji kebohongan saat diperiksa.
Pemeriksaan berlangsung di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
"FS akan dilaksanakan (pemeriksaan dengan lie detector) hari Kamis lusa. Karena besok jadwal FS diperiksa di Dittipidsiber," ujar Rian.
Seberapa Akurat Lie Detector?
Merunut sejumlah sumber, alat lie detector adalah alat pendeteksi kebohongan yang digunakan pada manusia dengan menggunakan mesin bernama polygraph.
Alat pendeteksi kebohongan ini ditemukan pada tahun 1902. Alat ini memiliki banyak versi yang lebih canggih dan lebih modern, seiring dengan perkembangan zaman.
Alat pendeteksi kebohongan ini biasanya digunakan pihak pengadilan dalam proses penyelidikan kasus tindakan kejahatan atau kriminal.
Penggunaan alat detektor kebohongan dalam investigasi dan interogasi pihak kepolisian juga telah banyak dilakukan sejak tahun 1924.
Namun, sampai sekarang, alat pendeteksi kebohongan ini masih menjadi kontroversial di kalangan ahli psikolog dan tidak selalu bisa diterima secara hukum yang sah.
Alat deteksi kebohongan menggunakan mesin polygraph mampu mengumpulkan dan menganalisis respons fisiologis manusia melalui sensor yang terhubung ke tubuh seseorang yang diperiksa tersebut.
Cara kerja alat lie detector dalam mendeteksi kebohongan yaitu melalui alat-alat vital pada tubuh, seperti detak jantung, kulit dan pernafasan.
Melalui sensor yang ditempelkan pada tubuh seseorang, penyelidik atau pihak yang menginvestigasi bisa menemukan apakah ada perubahan abnormal pada ketiga bagian tubuh tersebut.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Deolipa Yumara Kembali Bersuara, Akan Mengajukan Pemberhentian Kabareskrim dan Dirtipidum Polri
-
Lie Detector Bakal Uji Kebohongan Tersangka Pembunuhan Brigadir J
-
Istri Ferdy Sambo Masih Bisa Panggil Brigadir J ke Kamar, Kejadian Nista Sore Hari di Magelang Bisa Jadi Senjata Makan Tuan
-
Skakmat! Istri Ferdy Sambo Bisa Malu Soal Mengaku Diperkosa, Sosok Berpengaruh Ungkap Hal Tak Terduga
-
Dianggap Bela Putri Candrawathi, Kak Seto Meradang dan Tegaskan Hal Ini: Saya Tidak Urusi Dia!
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK
-
Sabu 1,04 Kg Gagal Edar di Kemayoran, Polda Metro Tangkap Sosok Perempuan Ini di Pinggir Jalan!
-
7 Fakta OTT KPK di Bea Cukai, Bos PT Blueray Jadi Buronan KPK!
-
7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
-
Langit Jabodetabek Mendung Pekat, BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat Siang Ini
-
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
-
Seruan Dasco di HUT ke-18 Partai Gerindra: Misi Kita 'Wong Cilik Iso Gemuyu'