News / Internasional
Jum'at, 09 September 2022 | 12:18 WIB
Ilustrasi (Pixabay)

Suara.com - Sebuah fosil yang ditemukan dalam penggalian arkeologi di Kalimantan Timur memberikan bukti jika amputasi pada tubuh manusia pernah dilakukan 31 ribu tahun lalu.

Fosil manusia tersebut tidak memiliki bagian bawah di kaki kirinya, yang menunjukkan sudah dipotong dengan alat tajam dari batu ketika masih kanak-kanak.

Hasil pengecekan menunjukkan fosil tersebut berusia 31 ribu tahun, 20 ribu tahun lebih tua dibandingkan amputasi tulang yang pernah ditemukan sebelumnya di Prancis.

Temuan lainnya adalah fosil manusia yang ditemukan di gua di Kalimantan Timur tersebut tidak meninggal setelah menjalani operasi, malah ia bertahan hidup sampai 10 tahun sebelumnya.

Penemuan fosil tersebut dipublikasikan di jurnal Nature yang terbit hari Kamis ini (8/09).

Tim Maloney arkeolog dari Griffith University di Queensland, salah seorang penulis laporan, mengatakan amputasi yang berhasil dilakukan tersebut menunjukkan nenek moyang kita, paling tidak yang hidup di Kalimantan, sudah mengerti konsep medis yang kompleks ketika itu.

"Tidak saja operasi dan kompleksnya memisahkan tulang kaki bagian bawah seorang anak, namun juga ada bukti mereka mengerti mengenai bagaimana mencegah terjadinya infeksi sehingga memungkinkan pasien tetap bertahan hidup," kata Dr Maloney.

Ia menambahkan kemampuan anak tersebut untuk mampu bertahan hidup sampai menjelang dewasa, menunjukkan adanya perawatan setelah operasi serta dukungan lainnya untuk bisa hidup di daerah pegunungan tersebut.

"Orang ini sangat dihargai di komunitasnya. Kecil kemungkinan dia bisa bertahan hidup tanpa perawatan yang bagus dari komunitasnya."

Baca Juga: Candi Ratu Boko, Situs Purbakala yang Indah dan Terawat di Indonesia

Penemuan yang jarang, apalagi kasus amputasi

Fosil ini ditemukan di gua Liang Tebo, di Kalimantan Timur.

Seperti banyak gua lainnya di kawasan pegunungan terpencil tersebut, banyak ditemukan seni kuno yang ditemukan, seperti lukisan tangan yang menunjukkan sudah adanya peradaban di sana sampai sekitar 40 ribu tahun lalu.

Penggalian di Liang Tebo ini adalah bagian kerja sama tim peneliti dari Griffitth University dan Pusat Arkeologi Nasional Indonesia.

Adhi Agus Oktaviana merupakan salah seorang peneliti asal Indonesia yang terlibat dalam survei lukisan gua yang ada di kawasan tersebut.

"Ketika kita menemukan dari sampel fosilnya, bahwa usianya begitu tua, ya kita senang sekali," katanya kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.

Menurutnya, publikasi mengenai lukisan gua sudah pernah dilakukan sebelumnya dan kalangan peneliti di Indonesia mempertanyakan usia lukisan gua di sana.

Load More