6. Percakapan Brigadir J dan PC
Bripka RR membujuk Brigadir J untuk menemui PC, sehingga Brigadir J menuju kamar di lantai 2 untuk menemui PC. Pembicaraan antara keduanya berlangsung kurang lebih selama 15 menit.
Bripka RR yang menunggu di luar kamar, mengaku tidak mendengar percakapan antara Brigadir J dan PC.
7. Brigadir J Menolak Bercerita
Setelah percakapan tersebut selesai, Bripka RR menanyakan mengenai peristiwa yang terjadi kepada Brigadir J yang telah keluar dari kamar. Namun, Brigadir J menolak untuk memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.
8. Bripka RR Menolak Perintah FS Untuk Menembak Brigadir J
FS sempat meminta Bripka RR untuk menembak Brigadir J, namun Bripka RR menolak perintah tersebut dengan mengatakan tidak berani dan tidak kuat mental secara halus kepada FS.
9. Ferdy Sambo Menanyakan Peristiwa di Magelang
Ferdy Sambo, sebelum memerintahkan Bripka RR untuk menembak Brigadir J, ia menanyakan kepada Bripka RR mengenai peristiwa di rumah FS di Magelang berupa tindakan pelecehan Brigadir J terhadap PC. Mendengar pertanyaan tersebut, Bripka RR mengaku bahwa tidak mengetahui mengenai peristiwa tersebut.
Baca Juga: Mulai Terkuak! Ini Pengakuan Bripka RR soal Dugaan Pelecehan di Magelang
10. Brigadir J Diperintahkan untuk Jongkok Sebelum Dieksekusi
Bripka RR diminta KM untuk menemui Brigadir J, mereka pun kemudian menemui FS dan Bharada e di ruang tengah rumah dinas FS.
Bripka RR mengaku hanya mendengar FS memerintahkan Brigadir J untuk jongkok, namun Brigadir J menolak dan mundur dengan mengangkat kedua tangannya.
Demikian penjelasan mengenai kesaksian Bripka RR terkait pembunuhan Brigadir J.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Tag
Berita Terkait
-
Mulai Terkuak! Ini Pengakuan Bripka RR soal Dugaan Pelecehan di Magelang
-
Kuat Ma'aruf dan Putri Candrawathi Selingkuh? Ini Jawaban Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto
-
Dijenguk Keluarga, Bripka Ricky Menangis Saat Mendengar Permintaan Sang Istri dan Adiknya
-
Ferdy Sambo Nyeleneh, Uang ke Bripka RR Ditarik Lagi, Pengacara Erman Umar: Untuk SP3 atau Apalah.....
-
Ini Ketakutan Polri Jika Ungkap Hasil Uji Kebohongan Putri Candrawathi ke Publik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara