News / Nasional
Jum'at, 09 September 2022 | 20:15 WIB
MenkopUKM Teten Masduki. (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menekankan, untuk mengembangkan kriya dan wastra memang tak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Maka itu, diperlukan kehadiran agregator agar bisa dalam mewujudkan UMKM ekspor dan berdaya saing tinggi.

"Saya kira apa yang sudah kita lakukan on the track. Konsolidasi dan koneksikan UMKM dengan market, serta pembiayaan tergabung untuk membangun seluruh ekosistem yang dibutuhkan," ujar Teten dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).

Lebih, pihaknya tidak ingin UMKM hanya sekadar bertahan, namun bisa terus tumbuh dan berkembang. Indonesia memiliki kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang inovatif dalam menciptakan suatu produk.

"Saya sudah keliling daerah, sebagian besar para pelaku UMKM punya spirit untuk tumbuh dan bersaing," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur Out of Asia Handaka Santosa membagikan pengalamannya dalam membangun Out of Asia sejak 15 tahun lalu, dan telah malang melintang di dunia ekspor produk-produk kerajinan tangan ke berbagai negara bahkan hampir di lima benua.

Saat ini, Out of Asia juga telah menggandeng lebih dari 10.000 perajin dari empat pulau di Indonesia (Sumatra, Jawa, Bali, dan NTT).

"Out of Asia merupakan bagian dari MAP yang 100 persen usahanya ekspor. Kalau orang tahunya MAP itu Zara, Sogo, dan lainnya, Out of Asia justru hadir menjadi agregator produk kerajinan dalam negeri khususnya UMKM, yang kemudian dipasarkan ke luar negeri," katanya.

Beberapa produk yang diekspor Out of Asia seperti kerajinan kayu dan enceng gondok.

Baca Juga: Bantu UMKM, Pemkot Metro Buka Layanan Perizinan Terpadu di Rumah Informasi Sejarah

Produk-produk hasil olahan perajin ini juga dipamerkan di salah satu jaringan ritel MAP global seperti Zara Home Store dan beberapa instalasi target store vas kayu maupun keranjang di berbagai negara.

"Produk yang kami kurasi dari UMKM ini telah diekspor ke lebih dari 5.000 toko di 5 benua. Para pembelinya itu H&M Home, Marks and Spencer, Zara Home, The Body Shop, Dunelm, L&M Home, Pottery Barn, World Market, dan masih banyak lagi," kata Handaka.

Out of Asia katanya, berkomitmen untuk memberdayakan potensi masyarakat dan UMKM dengan melakukan beberapa pelatihan pembuatan barang kerajinan untuk tujuan ekspor di beberapa wilayah. Seperti Kroya, Grobogan, Lombok, Kebumen, dan beberapa daerah di seputar Yogyakarta.

Sasaran utama pelatihan pembuatan barang kerajinan tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan program pelatihan tersebut akan meningkatkan penghasilan dan ekonomi rumah tangga mereka.

"Kami selalu membuka diri terhadap apa yang kami bisa lakukan lebih lagi, bagi kemajuan UKM yang ada di Indonesia," kata Handaka.

Load More