Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka terkait kasus suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar. Bak jatuh tertimpa tangga, Lukas juga dicekal oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) saat hendak ke luar negeri terkait kasus itu.
"Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi menerima pengajuan pencegahan kepada subjek atas nama Lukas Enembe," kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kemenkumham I Nyoman Gede Surya Mataram di Jakarta, Senin (12/9/2022).
Sebelumnya, KPK sempat berkoordinasi dengan pihak Ditjen Imigrasi pada 7 September 2022 dan pencekalan tersebut berlaku selama enam bulan ke depan.
Terlepas dari dugaan kasus korupsi yang menjeratnya, Lukas telah meninggalkan rekam jejak yang terbilang apik di kancah politik dalam negeri hingga diangkat menjadi Gubernur Papua.
Berikut sepak terjang Lukas Enembe yang kini dicekal KPK ke luar negeri terkait dengan dugaan keterlibatan korupsi.
Aktif berorganisasi saat duduk di bangku kuliah
Politisi kelahiran 27 Juli 1967 tersebut telah menunjukkan prestasi di bidang organisasi semasa dirinya duduk di bangku kuliah. Mengutip situs resmi pribadi lukasenembe.com, Lukas banyak berkiprah di organisasi mahasiswa. Sebut saja salah satunya ia pernah tergabung dalam Ketua Mahasiswa Jawijapan Sulawesi Utara: Tahun 1989–1992.
Ketertarikan Lukas dalam dunia perpolitikan juga tercermin dalam pilihan studinya, yakni ia mengenyam pendidikan di FISIP Universitas Sam Ratulangi Manado (lulus tahun 1995).
Jabat berbagai posisi penting di pemerintahan
Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi yang Menjerat Gubernur Lukas Enembe
Lukas mulai terjun ke arena politik dan bergabung dengan Partai Demokrat. Ia juga mempertahankan jabatannya sebagai ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua sejak tahun 2006 silam hingga sekarang.
Semasa berkarier sebagai politisi, Lukas banyak menjabat segudang posisi penting di pemerintahan daerah. Pada tahun 2001, Lukas berkesempatan menjadi Wakil Bupati dari sosok Eliezer Renmaur memimpin Kabupaten Puncak Jaya hingga tahun 2006.
Tak henti di situ, Lukas kemudian melanjutkan tongkat kepemimpinan dari Eliezer dan menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya periode 2007-2012 bersama dengan wakilnya Henok Ibo.
Jadi Gubernur Papua untuk dua periode
Lukas kemudian memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Papua pada 2006, namun belum berkesempatan untuk menggaet suara terbanyak.
Tak menyerah, Lukas kembali maju dalam pemilihan gubernur selanjutnya, hingga akhirnya berhasil terpilih rakyat Papua sebagai Gubernur Papua periode 2013-2018 bersama wakilnya, Klemen Tinal.
Berita Terkait
-
KPK Telisik Intervensi eks Walkot Haryadi Suyuti Soal Pengadaan Barang Jasa di Pemkot Yogyakarta
-
Dugaan Kasus Korupsi yang Menjerat Gubernur Lukas Enembe
-
KPK Layangkan Panggilan Kedua ke Mantan KSAU Agus Supriatna
-
Siapa Lukas Enembe? Tersangka Suap Rp 1 Miliar yang Ingin Undang Vladimir Putin ke Papua
-
Dicegah Ke Luar Negeri, Rekening Gubernur Papua Lukas Enembe Juga Diblokir PPATK
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara