Suara.com - Seorang pria ditangkap polisi setelah melecehkan prosesi Ratu Elizabeth II. Pengunjuk rasa ini langsung diseret oleh petugas polisi setelah meneriaki dan mencela Pangeran Andrew di tengah prosesi iring-iringan peti mati sang ratu.
Menyadur Mirror, kejadian berawal saat iring-iringan khidmat peti mati Ratu Elizabeth II berlangsung dari Istana Holyroodhouse ke Katedral St Giles Edinburgh. Momen itu kemudian diganggu oleh seorang pria yang diduga meneriaki Pangeran Andrew.
Dalam klip prosesi di sepanjang Royal Mile di ibu kota Skotlandia, Edinburgh, pria itu diduga berteriak saat banyak orang mengumandangkan lagu "God Save The King".
Pria ini meneriaki Pangeran Andrew yang lewat di belakang mobil jenazah ibunya. Ia meneriaki Pangeran Andrew sebagai orang tua yang sakit.
"Andrew, kamu orang tua yang sakit," teriaknya ketika Duke of York lewat di belakang mobil jenazah ibunya.
Celaan itu diduga mengacu pada kasus pelecehan seksual hingga perdagangan seks yang dituduhkan ke Pangeran Andrew. Kasus itu diketahui telah menjadi skandal yang mencoreng Kerajaan Inggris.
Akibat teriakannya, pria itu langsung ditangkap petugas polisi. Petugas dengan cepat menanganinya dan menyeretnya menjauh dari kerumunan saat prosesi berlanjut.
Seorang juru bicara Polisi Skotlandia mengkonfirmasi seorang pria telah ditangkap setelah insiden di Royal Mile.
"Seorang pria berusia 22 tahun ditangkap sehubungan dengan pelanggaran perdamaian di Royal Mile sekitar pukul 14:50 pada hari Senin, 12 September," kata petugas setempat.
Sebagai informasi, pada hari Minggu, peti mati kayu Ratu Elizabeth terbungkus di Royal Standard of Scotland dengan karangan bunga di atasnya. Peti mati itu dibawa dengan mobil jenazah dalam perjalanan enam jam dari Balmoral melalui pedesaan Skotlandia yang indah, desa, kota kecil dan kota ke Edinburgh.
Puluhan ribu simpatisan berbaris di jalan untuk memberi penghormatan. Sementara kerumunan besar, beberapa menangis, berkumpul di Edinburgh untuk menyambut iring-iringan.
Elizabeth meninggal pada Kamis pagi di rumah liburannya di Balmoral, di Dataran Tinggi Skotlandia, pada usia 96 tahun setelah 70 tahun memerintah, membuat bangsa itu berkabung.
Charles menjadi raja setelah kematian Ratu Elizabeth II, dan secara resmi dinyatakan sebagai Raja Charles III pada hari Sabtu (13/9/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Baru Dilantik, Raja Charles III Dinilai Sombong dan Arogan karena Menyuruh Pelayan dengan Gestur Merendahkan
-
Sebelum Berduka Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II, Inilah Fakta yang Harus Kamu Tahu!
-
Teman Bongkar Sifat Camilla: Dia Bukan Wanita yang Nyaris Hancurkan Monarki, Tapi Menyelamatkannya
-
Ratu Elizabeth Meninggal, 10 Tahun Lalu Vokalis The Cure Telah Meramalnya
-
Ratu Elizabeth Tinggalkan Banyak Warisan Perhiasan, Kate Middleton dan Meghan Markle Akan Dapat Bagian?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB