Suara.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan adannya temuan aliran dana haram terkait judi online senilai Rp 155 triliun.
Angka sebesar itu disebut berasal dari akumulasi setidaknya 120 juta transaksi.
Dalam hal ini, pakar hukum pidana Dr Muhammad Taufiq yang juga Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia (AAPI) mencurigai adanya pencucian uang dari dana tersebut.
"Kalau kita melihat angka yang sangat besar Rp 155 triliun ini selalu berhubungan dengan pesoalan politis, saya yakin itu dana taktis yang memang sudah disediakan salah satunya juga barangkali untuk buzzer," ungkap Muhammad Taufiq.
Lebih lanjut, Taufiq menduga adanya kemungkinan ada pencucian uang atau money laundry dari transaksi judi online ratusan triliunan tersebut.
"Bisa jadi perkara-perkara virtual maney kemudian di surabaya tiba-tiba begitu kaya bisa jadi mereka ini sebenarnya bagian dari money londry" tambahnya lagi.
Transaksi Ratusan Triliun Diduga Judi Online: Pelajar Hingga Oknum Polri
Pada pertemuan PPATK dengan DPR RI, dana atau transaksi mencurigakan yang diduga terkait judi online mengalir ke banyak pihak mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan oknum Polri.
Temuan dari analisis PPATK tersebut kemudian akan ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri. Bahkan berembus kabar bahwa oknum polisi berpangkat jenderal juga terlibat.
Baca Juga: Viral di Medsos, Wisatawan Alami Catcalling di Gili Trawangan, Dispar Akan Telusuri
"Banyak sekali ya mbak, hampir semua lapisan masyarakat terlibat judi online," ujar Humas PPATK Natsir Kongah dalam wawancara di kanal YouTube CNN, Kamis (15/9/2022).
"Ini agak mengkhawatirkan kita semua, banyak sekali remaja, pelajar, ini sangat mengganggu kalau tidak bahu membahu menindak judi online," tambahnya.
Lebih lajut dana paling besar menurut Natsir Kongah masuk ke kantong pelaku muda berusia antara 20 hingga 40 tahun.
"Ini melibatkan uang besar, satu sisi berpegaruh ke kesajahteraan masyarakat luas dan secaara makro merugikan negara," ungkap Natsir.
Terkait keterlibatan oknum polisi dia belum bisa menyebutkan seara rinci.
Berita Terkait
-
Anak Punk Nikahi Cewek Bule, Resepsinya Tampilkan Band Cadas, Pengantin Headbanging!
-
Niatnya Sindir Pengunjung yang Tidak Beli Makanan saat Menonton, Pegawai Bioskop Ini Dirujak Warganet
-
Beredar Video Polisi Pamer Ruang Keamanan Data, TikTokers Ini Bongkar Kejanggalannya
-
Viral Video Bripka Anju Gendong Pejalan Kaki yang Sakit saat Menyeberang di Balikpapan, Netizen: Itu Polisiku
-
Ditanya Soal Isu Maju Jadi Wakil Presiden, Jokowi Ogah Beri Keterangan: Bukan Saya Loh Ya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan