Husnaeni jugamengaku sudah mengikhlaskan semua uangnya. Ini setelah tak ada satupun partai yang mau mengusungnya menjadi calon gubernur Jakarta periode 2017-2022, bahkan partainya sendiri, Demokrat.
"Sudah hampir sekitar Rp 20 miliar untuk biaya operasional dan wara wiri (sosialisasi)," ujar Hasnaeni kepada Suara.com saat itu.
Meski demikian, si wanita emas ini tak menganggap miliaran uang yang dihabiskan untuk promosi dirinya sendiri sebagai kerugian. Baginya, hal tersebut justru merupakan bagian dari investasi dan sedekah.
Layangkan kritik ke Anies: berani potong jari
Hasnaeni juga pernah jadi pembicaraan publik usai mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang menimpa provinsi Ibu Kota. Tak hanya itu, sosok Wanita Emas itu juga mengklaim dirinya bisa mengatasi banjir Jakarta dalam kurun waktu 2 tahun.
“Saya kasih 24 bulan bisa selesai banjir itu,” ujar Hasnaeni di Kantor Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021).
Bahkan, Hasnaeni mempertaruhkan jari tangannya dan memotongnya di depan publik jika janjinya tak terjadi.
“Kalau tidak (bisa menangani banjir) saya berani potong jari saya 10 ini di depan kalian,” tegasnya.
Gemar bagi duit ke masyarakat
Hasnaeni juga kerap tampil di publik membagikan uang ke masyarakat di beberapa kali kesempatan. Menjelang Pilgub Jakarta 2017, Hasnaeni pernah membagikan segepok uang yang masing-masing senilai Rp10 ribu rupiah ke sekelompok orang di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat.
Bagi Hasnaeni, tindakan tersebut bukan merupakan money politics dan hanya sekadar memenuhi permintaan warga.
Ia juga pernah membagikan uang tunai kepada korban banjir Jakarta pada 2021 silam. Kala itu, ia tampak mengenakan APD lengkap sembari membagikan uang ke korban yang mengungsi di posko korban banjir Cipinang Melayu Universitas Bororbudur, Makasar, Jakarta Timur.
Kontributor : Armand Ilham
Tag
Berita Terkait
-
Hasnaeni Moein Si Wanita Emas, dari Sinetron Saras 008, Sempat Jadi Pasangan Saiful Jamil hingga Viral karena Kasus Korupsi
-
Anies Mau Sulap Pulau G jadi Permukiman Warga, PDIP: Tujuan Awal Ahok Reklamasi kan Gitu
-
Elektabilitas Ganjar Melesat Tinggalkan Prabowo dan Anies, PDIP Masih Ngotot Bakal Usung Puan?
-
Hasnaeni si Wanita Emas Teriak-teriak Jadi Trending, Susi Pudjiastuti: Ayo Wanita Bermartabat Jaga Integritas
-
Tak Semoncer Ayah di Politik, Hasnaeni Moein Si Wanita Emas 4 Kali 'Sial' di Pileg dan Pilkada
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun
-
Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!
-
Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata
-
Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!
-
Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan
-
KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
-
Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi