Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua dan dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.
Kasus itu membuat Lukas Enembe dipanggil KPK untuk dilakukan penyelidikan. Namun, dua kali dipanggi, Lukas selalu mangkir dengan alasan sedang sakit parah. Kondisi kesehatannya yang buruk itu diungkap oleh kuasa hukumnya.
Di tengah kisruhnya kasus korupsi yang menjeratnya, Lukas Enembe tertangkap kamera asyik bermain judi kasino di luar negeri. Selain itu, melalui kuasa hukumnya, Lukas juga mengaku memiliki tambang emas.
Tentunya tambang emas yang dimiliki seorang Gubernur Papua membuat geger publik dan menuai kontroversi. Berikut ini hal-hal yang perlu diketahui di balik tambang emas milik Lukas Enembe.
Sempat bercanda soal Freeport
Kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening mengungkap bahwa kliennya sempat bercanda soal PT Freeport. Lukas mengatakan PT Freeport miliknya.
"Saya langsung tanya bapak sebelum saya ke sini. Bapak sempat bilang, 'Katakan itu Freeport saya punya, apa kamu ragukan lagi? Freeport itu saya punya. Sebagai Gubernur saya punya itu Freeport. Masa kamu ragu?'" beber Roy saat mengobrol dengan kliennya.
Ngaku punya tambang emas
Candaan soal kepemilikan PT. Freeport pun direspons Roy dengan serius. Ia pun bertanya lebih lanjut soal isu kepemilikan tambang yang diduga milik Lukas. Sang gubernur pun mengaku bahwa dirinya memang memiliki tambang emas di daerah Tolikara, Papua.
Baca Juga: Tak Main-main! Mau Pastikan Lukas Enembe Beneran Sakit Parah, KPK Gandeng IDI
"Saya tanya, 'Bapak punya tambang enggak? Sendiri di kampung?' 'Oh, saya punya di kampung ya di Tolikara di Mamit itu sedang dalam proses', Seperti itu" kata Roy saat jumpa pers di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).
Izin tambang emas ternyata masih diproses
Tak hanya mengaku telah memiliki tambang emas, Lukas juga membeberkan bahwa tambang emas miliknya tersebut masih dalam proses perizinan. Adapun proses perizinan itu agar bisa menjadi tambang komersil.
Roy pun mengungkap bahwa staf-staf Lukas yang bertugas mengurusi perizinan tersebut.
KPK sayangkan pernyataan pihak Lukas
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan konferensi pers yang dilakukan oleh tim kuasa hukum Lukas.
Berita Terkait
-
Tak Main-main! Mau Pastikan Lukas Enembe Beneran Sakit Parah, KPK Gandeng IDI
-
Edy Rahmayadi Minta Pemberian Perizinan Tambang Dilakukan dengan Serius dan Benar
-
Ada Dendam Budi Gunawan dan Tito Karnavian di Kasus Lukas Enembe? Begini Kata Pengacara Gubernur Papua Itu...
-
"Kaki Bengkak, Ginjal Sakit, Jantung Bocor, dan Diabetes" Deretan Penyakit Gubernur Papua
-
Mahfud MD Dituding Terlalu Offside Urusi Lukas Enembe, Pengacara: Ini Tekhnis KPK
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat