Suara.com - Kabar tak menyedapkan datang dari Kota Medan Sumatera Utara. Seorang anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra dipecat dari partainya akibat viral foto vulgar.
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra tersebut diketahui bernama Siti Suciati. Ia diduga melakukan panggilan video dengan seseorang tanpa menggunakan busana.
Lalu cuplikan vdeo tersebut menyebar di sejumlah media sosial. Karena itulah Siti Suciati dipecat dari Partai Gerindra yang telah menjadi kendaraan politiknya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan Ihwan Ritonga mengatakan, pemecatan terhadap Siti dilakukan karena dirinya dianggap telah melakukan pelanggaran kode etik.
DPC Partai Gerindra Kota Medan telah melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Suci di DPRD Kota Medan.
Kasus asusila yang menjerat Siti Suciati
Kasus yang menjerat Siti Suciati itu sebenarnya sudah berguklir cukup lama, dan bahkan sudah masuk pengadilan pada Januari 2022 lalu.
Ketika itu, dalam persidangan terungkap kalau Siti Suciati diduga melakukan video call sex dengan seorang narapidana bernama Porsea Paulus Bartolomeus Hutapea alias Muhammad Rajaf.
Video call itu dilakukan saat Porsea masih berada di dalam lapas. Entah bagaimana, Siti Suciati tampaknya termakan oleh tipu daya Porsea yang mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Papua.
Baca Juga: Bukan Nandur Alias Nanam Mundur, Puan Maharani Justru Kebalikannya, Tanam Padi tapi Jalannya Maju
Saat berhasil membuat Siti Suciati menanggalkan baju di depan kamera saat video call, diam-diam Porsea merekamnya.
Ia lalu memotong video tersebut jadi beberapa buah dan menyebarkannya di media sosial. Siti Suciati mengaku baru mengetahui adanya potongan video tersebut di salah satu media sosial pada Rabu (29/7/2022).
Ia lalu melapor ke polisi dan kasusnya diproses hingga ke pengadilan.
Sekilas sosok Siti Suciati
Tak banyak informasi yang bisa didapat di dunia maya mengenai sosok Siti Suciati. Namun diketahui jika ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Medan periode 2019-2024 pada Pemilu Legislatif 2019 lalu.
Ia melenggang ke gedung DPRD Medan melalui Partai Gerindra Kota Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2.
Berita Terkait
-
Bukan Nandur Alias Nanam Mundur, Puan Maharani Justru Kebalikannya, Tanam Padi tapi Jalannya Maju
-
Disindir Pacar Makan Terlalu Lama, Balasan Cewek Ini Menohok
-
Niat Healing di Danau, Malah Karam Bareng Perahu Bebek
-
Tangan Gemetaran Saat Dapat Makan, Kisah Pilu Kakek Tukang Becak Ini Bikin Sedih
-
Harga Makanan Buat Mendelik, Wanita Curiga Oknum Pegawai Warung Cari Untung Sendiri: Syok!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta