"Siap! @pdiperjuangan," itulah keterangan yang diunggah Ganjar, dikutip Suara.com dari akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022).
Dalam foto, Ganjar dengan setelan olahraganya tampak berdiri sembari mengacungkan kedua ibu jarinya di bawah sebuah videotron besar yang bergambar wajah Puan.
Momen deklarasi capres hingga aksi tokoh politik itu tentu disayangkan warganet, sebab dilakukan di waktu yang kurang tepat. Mereka menilai para pejabat ini tidak memiliki empati, karena berdekatan dengan tragedi Kanjuruhan.
Salah satunya, akun Twitter @pn7l7h, yang mengkritik deklarasi Anies. Ia merekomendasikan waktu tepat untuk deklarasi calon presiden, yakni ditunda hingga beberapa hari karena suasana masih berduka.
"Partai nir empati dikala rakyat sedang berduka dengan kejadian di Kanjuruhan Malang, ehh mereka malah sibuk deklarasi copras capres. Padahal Pilpres masih lama dan gak ada salahnya jika ditunda hingga beberapa hari.
Restorasi preketek," tulisnya.
Cuitan akun tersebut dibanjiri komentar warganet lain yang juga menyebut Partai NasDem minim empati usai mengumumkan Anies sebagai pilihannya di waktu berduka.
"Gimana ya? Manusia yang memiliki empati dan nurani itu amat berharga saat ini. Tidak ada satu pun kekayaan yg bisa membeli empati. Dan manusia tanpa empati hanyalah seonggok daging serta tulang tanpa makna," komentar warganet.
Lalu, akun Twitter lainnya dengan nama @/DianOnno turut menyinggung deklarasi yang dilakukan kedua kubu, yakni Partai NasDem serta PSI saat tragedi yang menelan ratusan korban jiwa.
Baca Juga: Dua Polisi Korban Tewas Di Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat
"Ada tragedi ratusan orang meninggal, besoknya ada yang deklarasi politik, lalu ada satu lagi yang deklarasi politik tapi belum koordinasi internal," tulisnya.
Berkaca pada Respons Jokowi?
Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat ditanya mengenai deklarasi Anies Baswedan sebagai capres 2024. Dengan tegas, Presiden Jokowi menyatakan tidak ingin berkomentar.
Presiden Jokowi menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang berduka akibat Tragedi Kanjuruhan. Karena itu tidak pantas untuk berbicara mengenai deklarasi politik.
Dalam pernyataannya, Jokowi bahkan sempat terbata-bata saat mengucapkan dukanya. Ia seolah berusaha menekankan bahwa tidak pantas dirinya berkomentar tentang politik di tengah situasi ini.
“Saya tidak... Saya tidak... Saya tidak... Saya tidak mau berkomentar karena posisinya masih dalam suasana duka,” ucap Jokowi.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Dua Polisi Korban Tewas Di Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Pelatih Persib Bandung Miliki Tambahan Tugas di Jeda Waktu Kompetisi Liga 1
-
Usai Tragedi Kanjuruhan, Desakan Iwan Bule Mundur dari Jabatan Tuai Pro dan Kontra
-
Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Simpang Siur, Begini Beda Rincian Versi Kapolri dan Dinkes Kabupaten Malang
-
Presiden Beri Waktu Kurang Dari Satu Bulan Kepada Mahfud MD untuk Selesaikan Kasus Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026