Pengalaman horor ini, ditambah dengan beredarnya video mencekam ketika para suporter berdesakan ingin keluar dari stadion membuat tragedi Kanjuruhan semakin traumatis.
Apalagi karena korban jiwa yang timbul di insiden ini sangat beragam, baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Tentu bisa dibayangkan seberapa mencekamnya situasi dari sudut pandang balita seperti Aremania yang tampak di video tersebut.
"Sepak bola itu untuk semua umur, semua bisa menikmatinya," tegas @banjarnahor di caption unggahannya, lantaran banyak juga warganet yang menyalahkan suporter yang membawa anak menonton pertandingan secara langsung.
"Mari kita lihat dari sudut pandang penanggulangan bencana, setelah kejadian ini persepakbolaan Indonesia harus BUILD BACK BETTER," pungkasnya menegaskan.
Tanggapan Warganet
Pengalaman mencekam keluarga Aremania ini menuai sorotan publik, apalagi karena ada indikasi suporter sempat dilarang keluar stadion yang berujung menyebabkan penumpukan massa di pintu.
Publik juga masih pro dan kontra dengan suporter yang nekat membawa anak mereka, apalagi jika masih kecil, untuk menonton pertandingan sepak bola secara langsung.
"Gaada batasan umur kok memang, Tapi alangkah bijaknya anak menikmati pertandingan bola di tempat yang terjamin aman kayak liat aja di rumah , karena mengantisipasi hal terburuk mas.. gaiso mlayu, gupuh.. ya Allah," komentar warganet.
"Ini yang mesti dipertanyakan.. kok pintu sengaja ditutup," kata warganet.
Baca Juga: Akun Polri Pamer Video 'Kesigapan' Evakuasi Korban Kanjuruhan, Banjir Amukan Warganet
"15 menit sebelum berakhir pertandingan, pintu stadium sudah di buka harusnya ,,,'WHY'," ujar warganet lain.
"Ya Allah.. Gak kebayang gimana paniknya mereka," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan Disebut Akibat Aparat 'Over-Reacting' dan Kurang Dididik
-
Aremania Dituding Sebabkan Tragedi Kanjuruhan, Eks Jubir Gus Dur: Jahat Sekali, Sudah Difitnah Dibunuh Pula
-
Gibran Sindir Liga Indonesia yang Main Kemaleman: Panpel Sama Wasit Nonton Ikatan Cinta Dulu?
-
Ade Armando Tuding Aremania Akar Masalah Tragedi Kanjuruhan, Publik: Nggak Kapok Pernah Bonyok?
-
Kondisi Terkini Stadion Kanjuruhan, Masih Tersisa Puing Sisa Kericuhan Hingga Karangan Bunga dari Bonek
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026