Suara.com - Korea Utara menyebut peluncuran rudal yang dilakukan dalam dua minggu terakhir merupakan sebuah simulasi serangan nuklir ke Korea Selatan sekaligus peringatan bagi Amerika Serikat dan Korsel.
BBC mengatakan bahwa pada hari Senin (10/10), kantor media milik Korut menerbitkan laporan lengkap yang mengklaim bahwa rudal-rudal yang diluncurkan dalam beberapa uji coba terakhir dirancang untuk membawa senjata nuklir.
Korut mengatakan militernya berlatih memuat rudal dengan hulu ledak nuklir taktis, yang merupakan senjata jarak pendek kecil yang akan digunakan di medan perang.
Negara itu juga mengklaim telah berhasil menyimulasikan serangan ke pangkalan militer, pelabuhan, dan bandara udara di Korsel, serta mengatakan peluncuran itu merupakan peringatan bagi AS dan Korsel.
Kantor berita negara KNCA memuat foto-foto pemimpin Kim Jong-un yang mengawasi dan "memimpin" tes tersebut.
Pejabat intelijen AS dan Korsel telah lama memprediksi bahwa Korut akan segera menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.
Para ahli percaya Korut juga mungkin menggunakan kesempatan itu untuk meledakkan perangkat taktis yang lebih kecil untuk pertama kalinya.
Bulan lalu Korut merevisi undang-undang nuklirnya dan memperluas jangkauan skenario di mana negara itu dapat menggunakan senjata nuklir.
Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir, Pyongyang telah meluncurkan tujuh set rudal sebagai tanggapan atas latihan gabungan militer AS dan Korsel.
Sebagian besar peluncuran dalam dua minggu terakhir adalah rudal jarak pendek, yang mendarat di laut antara Korut dan Jepang.
Tetapi Korut juga menembakkan rudal jarak jauh yang melewati wilayah Jepang pada minggu lalu.
Langkah agresif ini menandai perubahan yang signifikan sejak Pyongyang melakukan pembicaraan denuklirisasi dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, antara tahun 2018 dan 2019.
Analis mengatakan keputusan Korut ini juga merupakan bentuk reaksi menanggapi Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, yang ingin bersikap lebih tegas terhadap sang negara tetangga dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan AS.
Berita Terkait
-
Beradu Akting dengan Pemain Drakor Business Proposal, Chicco Jerikho: Annyeonghaseyo!
-
Belajar dari Lee Min Ho, Bakat Saja Tidak Cukup
-
5 Sisi Gelap Kehidupan di Korea Selatan, Tak Heran Banyak yang Operasi Plastik!
-
4 Film Bae Suzy, Idol K-Pop Cantik yang Ulang Tahun ke-28 Hari Ini
-
5 Potret Eksotis Asmara Abigail Tampil di Red Carpet Busan International Film Festival
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai