Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap fakta baru mengenai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 korban jiwa. Disebutkan pada saat peristiwa terjadi seluruh pintu stadion terbuka.
Namun, komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, bahwa kondisi pintu yang terbuka amat kecil, sehingga tidak sesuai dengan kapasitas massa yang menumpuk ingin keluar akibat panik buntut tembakan gas air mata.
"Berdasarkan video yang diterima Komnas HAM kondisi pintu tribun terbuka meskipun pintu kecil, (yaitu di pintu) 10,11 12 13. Jadi kalau pintu kecil terbuka sejak awal," kata Anam dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (12/10/2022).
Fakta itu ditemukan Komnas HAM berdasarkan hasil investigasi timnya yang turun langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupatan Malang. Narasi yang menyebut seluruh pintu stadion tertutup, itu karena terhalang massa yang saling berdesakan berusaha keluar.
Dari ukuran pintu dengan luas sekitar dua meter, yang terbuka hanya seluas 150 cm dengan tinggi 180 cm.
"Ini (pintu yang dibuka) 75 cm, karena ada dua pintu yang dibuka, berarti 150, terus ada tiang tengah ini ada yang macet juga di sini, 180 itu tinggingnya itu yang dibuka ke luar," jelas Anam.
Akibat minimnya ruang pintu untuk dapat keluar, membuat massa berebutan dan berdesakan, hingga akhirnya memicu jatuhnya korban jiwa mencapai 132 orang.
Konsisten Pemicu Tragedi Kanjuruhan Gas Air Mata
Sebelumnya, Komnas HAM tetap konsisten menyebut pemicu utama Tragedi Kanjuruhan akibat tembakan gas air mata dari polisi.
"Nah gas air mata inilah yang membuat kepanikan, sehingga banyak orang yang masuk ke gate 13. Seandainya enggak ada tembakan gas air mata, ya kami kira enggak ada korban jiwa yang begitu besar. Nah itu titik soalnya," kata Anam saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/10/2022) kemarin.
Anam mengaku memiliki video yang belum terpublikasi tentang rekaman keterkaitan penembakan gas air mata dengan jatuhnya korban jiwa. Video itu diperoleh Komnas HAM dari suporter yang berada di lokasi.
"Termasuk banyak video yang kami dapatkan tidak terpublikasi. Yang itu menjelaskan bagaimana posisi dari masing-masing gate, yang kami dapatkan dari teman-teman suporter Aremania. Termasuk juga gate 13 itu, bagaimana relasi antara gas air mata dan kematian," ungkapnya.
"Jadi kalau ditanya apa penyebab utamanya, ya karena penembakan gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Nah itu faktualnya," imbuh Anam.
Berita Terkait
-
Jamin Indonesia Tak Disanksi FIFA Imbas Tragedi Kanjuruhan, Koalisi Sipil: Statement Jokowi Prematur!
-
Indosiar Trending, Warganet Kecam Aksi Saling Lempar Tanggung Jawab
-
Fakta Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Pastikan Seluruh Pintu Stadion Terbuka
-
Kehilangan Tiga Teman, Seorang Remaja Tidak Mau Tinggalkan Stadion Stadion Kanjuruhan
-
Tragedi Kanjuruhan Buka Borok Karut Marut Liga Indonesia, Saling Lempar Tanggung Jawab PSSI, PT LIB Hingga Broadcaster
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis