Suara.com - Momen Kuat Maruf saat sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J pada Senin (17/10/2022) kemarin turut menjadi sorotan warganet.
Cuplikan sidang itu diunggah kembali oleh akun @lambegosiip di jejaring media sosial Instagram.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat Kuat Maruf selaku sebagai salah satu tersangka duduk memakai kemeja putih dan masker biru muda.
Saat itu, Kuat Maruf terlihat berbeda dengan terdakwa lainnya karena menghadapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tangan kosong.
Kuat Maruf tampak diam pasrah dan raut wajahnya pun menunjukkan hal yang sama saat mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU.
Mata Kuat bahkan terlihat begitu berat hingga membuat warganet berfikir bahwa dirinya mengantuk.
"JPU bacakan dakwaan eh dia malah tidur, dipikirnya bacain dongeng," tulis keterangan.
Kuat tampak sesekali memejamkan matanya dan berusaha untuk tetap terjaga. Dahinya berkerut dengan alis yang naik, tampak mencoba kantuk yang menyerangnya.
Tayangan itu seketika menuai beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Fakta-fakta Ferdy Sambo Minta BAP Putri Candrawathi Tak Disebar, Dalih Aib Keluarga
"Gulanya tinggi kali, atau berasa dibacain dongeng," tulis @alu***.
"Saya melihat sepertinya dia memilih santai dan menganggap kasus ini tidak penting, dia yakin pasti bebas," ungkap @ach***.
"Tidak sesuai namanya, ternyata tidak kuat menahan ngantuk," canda @ieon****.
Kuat Maruf dijerat dengan Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 dengan tuntutan maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.
Kuat Maruf menjalani sidang usai sidang dakwaan bagi terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bripka RR.
Melalui tayangan di YouTube Pengadlan Negeri Jakarta Selatan, Jaksa turut mengungkap kalau Kuat Maruf berinisiatif menyimpan senjata tajam jenis pisau, untuk berjaga-jaga bila Brigadir K melakukan perlawanan.
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Ferdy Sambo Minta BAP Putri Candrawathi Tak Disebar, Dalih Aib Keluarga
-
Perintah Keji Sang Jenderal dan Suara Bergetar Bharada E: Semoga Bang Yos Diterima di Sisi Tuhan Yesus
-
Putri Candrawathi Nangis Dinilai Akting, Air Mata Keluar dari Samping Jadi Sorotan: Drama Queen atau Ngantuk?
-
Tak Tanggung-tanggung, Hakim Minta JPU Hadirkan 12 Saksi di Sidang Bharada E, Termasuk Ferdy Sambo?
-
Bharada E Bantah Motif Tembak Brigadir J karena Tergiur Uang dari Ferdy Sambo
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut