Suara.com - Dalam dakwaan JPU pada terdakwa obstruction of justice di kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J membacakan kronologi saat anak buah Ferdy Sambo sempat menonton DVR CCTV Duren Tiga.
Dari DVR CCTV tersebut, diperoleh fakta sesungguhnya sekaligus mematahkan skenario yang dibuat Sambo. Mantan Kadiv Propam Polri ini akhirnya tidak bisa mengelak lagi.
Pasalnya, berdasarkan rekaman CCTV, Brigadir Yosua masih hidup disaat Sambo tiba di rumah dinasnya. Hal ini berbanding lurus dengan apa yang diceritakan Sambo.
Pada saat sambo datang ke rumah dinas Duren Tiga telah terjadi tembak menembak antara Yosua dengan Bharada E. Tapi terlihat dalam rekaman CCTV, bahwa pada saat Sambo datang Yosua masih hidup.
Mendengar informasi dari anak buahnya soal CCTV berkata lain, membuat Ferdy Sambo menjadi marah dan meminta anak buahnya agar rekaman CCTV dimusnahkan segera mungkin.
Sambo juga bertanya siapa saja yang sudah menonton rekaman CCTV tersebut. Mereka adalah Kompol Chuck, Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Ridwan Rhekynellson Soplangit dan Baiquni Wibowo.
Sementara file DVR CCTV tersimpan di sebuah flashdisk ditonton menggunakan laptop milik Baiquni Wibowo usai melakukan olah TKP di rumah Sambo pada Rabu, (13/7/2022) selesai sekitar pukul 02.00 WIB.
"Kalau CCTV bocor dari kalian!," kata Sambo dengan wajah tegang dan marah dikutup dari tayangan Kanal YouTube KOMPAS TV pada Kamis, (20/10/2022).
Sambo meminta Arif Rachman menghapus dan memindahkan file CCTV dan meminta Hendra Kurniawan selaku tim khusus yang menangani peristiwa Sambo memastikan semua sudah bersih.
Baca Juga: Semua Gemetar, Rekaman CCTV Menit 17:07 di Rumah Sambo: Bang, Ini Yosua Masih Hidup
Saksi Arif tidak berani menatap Sambo dan hanya menunduk.
Keesokan harinya, saksi Baiquni Wibowo menemui saksi Arif di mobil menyampaikan isi laptop sudah bersih. Selanjutnya laptop tersebut dipatahkan supaya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Saksi Arif lalu menyerahkan laptop yang sudah patah kepada penyidik dengan suka rela.
Sebagaimana diketahui, mantan anak buah Ferdy Sambo menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan kasus obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir J.
Dalam perkara ini Hendra Kurniawan didakwa dakwaan Primair pertama dengan Pasal 49 Juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP Subsider Pasal 48 Ayat 1 Juncto Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.
Sedangkan dakwaan Primair kedua Pasal 233 KUHP Juncto Pasal 54 Ayat 1 ke 1 KUHP Subsider Pasal 221 Ayat 1 ke 2 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.
Tag
Berita Terkait
-
Eksklusif! Poin-Poin Penting dari Sidang Perdana Ferdy Sambo
-
Marah Ferdy Sambo Ke Kompol Chuck Gegara Rekaman CCTV: Jangan Banyak Tanya!
-
Ganti DVR Di Duren Tiga Tanpa Surat Tugas, AKP Irfan Widyanto Sempat Minta Bantu Pengusaha CCTV Bernama Afung
-
Semua Gemetar, Rekaman CCTV Menit 17:07 di Rumah Sambo: Bang, Ini Yosua Masih Hidup
-
Ferdy Sambo Dan Putri Candrawathi Kembali Disidang Hari Ini, Agenda Tanggapan Jaksa Atas Eksepsi Terdakwa
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok