Suara.com - Kuasa Hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak menyatakan bahwa Bharada E kini sudah berkata jujur. Namun, Bharada E dikatakan sempat mengikuti skenario soal baku tembak di rumah Duren Tiga.
Menurut Kamaruddin, narasi skenario tembak-menembak itu dibuat oleh terdakwa Ferdy Sambo dan penasihat ahli Kapolri.
"Jadi memang awalnya dia ikut skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo dan atau skenario yang dibuat oleh penasihat ahli Kapolri dengan mengatakan tembak menembak," ungkap Kamaruddin dilihat Suara.com, dari kanal YouTube metrotvnews, Jumat (28/10/2022).
Bharada E kemudian berubah pikiran dan tak lagi mengikuti narasi baku tembak. Hal itu dikabarkan berkat petuah yang dikatakan oleh Kamaruddin.
"Tetapi sejak saya katakan kepada dia, dia harus jujur supaya ada pengampunan," kata Kamaruddin.
Tak cuma beri saran ke Bharada E, Kamaruddin juga turut memberikan penuturan kepada pengacara pertama Eliezer, Andreas Nahot Silitonga.
Andreas sendiri sudah mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Bharada E. Kepada Andreas, Kamaruddin menunjukkan informasi yang diklaimnya dari intelijen soal uang yang dijanjikan oleh Ferdy Sambo.
"Jangan bela kalau tidak jujur dan saya bisikin dan saya tunjukkan informasi intelijen mengenai uang itu, yang dia dijanjikan atau diberikan uang miliaran rupiah, HP yang baru dan sebagainya. Maka Nahot Silionga pun mundur," ungkap Kamaruddin.
Setelah itu, Kamaruddin menyampaikan bahwa keterangan atau pernyataan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E konsisten serta jujur di depan hukum.
Baca Juga: Sikap Ferdy Sambo dan Jasad Brigadir J Jadi Tontonan Anak Buah sang Jenderal
Kamaruddin juga menyebutkan bahwa Bharada E juga mulai jujur setelah didampingi pengacara Deolipa.
Selain itu, Kamaruddin mengungkapkan keinginannya yakni ucapan kejujuran tetap keluar dari mulut Bharada E.
"Yang saya inginkan, Bharada Richard Eliezer harus mengatakan tentang apa yang dilihat, didengar dan dialami tanpa menutupi suatu apapun. Soal penilaian, biar itu keputusan Majelis Hakim," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sikap Ferdy Sambo dan Jasad Brigadir J Jadi Tontonan Anak Buah sang Jenderal
-
Terdakwa Hendra Kurniawan dan Saksi Acay Beda Keterangan Terkait Perintah Ferdy Sambo
-
Ferdy Sambo Gitu Loh! Hendra Kurniawan Tak Berani Bantah, Semuanya Sesuai dengan Perintahnya
-
Dinilai Sebagai Cerminan Masyarakat, Bharada E kini Dinobatkan Menjadi Idola
-
Tes Kepribadian: Perhatikan Baik-baik! Apa yang Dilihat akan Memberi Pesan Penting Begitu Berharga untuk Anda
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Cilacap
-
Dubes Iran dan Anak-anak Indonesia Gelar Doa, Kenang 175 Siswi SD Minab yang Dibom Israel-AS
-
Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel