Suara.com - Persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan obstruction of justice sedang bergulir. Salah satu terdakwa dalam kasus obstruction of justice itu adalah Brigjen Pol Hendra Kurniawan.
Lewat kuasa hukumnya, Hendra menegaskan hanya menjalankan perintah terdakwa Ferdy Sambo yang merupakan atasannya.
Hendra juga mengaku tidak tahu bahwa cerita yang disampaikan Sambo adalah kebohongan, sehingga berkenan menjalankan semua instruksi yang diberi.
"Mereka mengikuti itu berdasarkan cerita Sambo, yang (ternyata) cerita rekayasa. Mereka tidak tahu bahwa itu rekayasa," jelas kuasa hukum Hendra, Henry Yosodiningrat, ketika hadir sebagai salah satu narasumber di program Satu Meja di Kompas TV.
Henry mengaku juga telah mengonfirmasi hal ini kepada Sambo langsung. "Apa yang Anda ceritakan kepada Hendra, kepada Agus (terdakwa Agus Nur Patria), apakah itu cerita sesuai peristiwa yang sesungguhnya atau rekayasa saudara? Dia katakan itu rekayasa," tutur Henry.
"Apakah mereka tahu bahwa itu cerita rekayasa? Dia (Sambo) katakan tidak," sambung Henry, seperti dikutip Suara.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (28/10/2022).
Lebih lanjut disampaikan Henry, Sambo sejatinya telah memahami konsekuensi dari tindakannya membuat cerita rekayasa tersebut. Karena itulah Sambo disebut siap mengambil alih kesalahan para anak buahnya yang turut terseret kasus kontroversial ini.
"Oleh karena itu saya merasa bersalah, saya merasa berdosa, saya merasa bertanggung jawab, saya ambil alih kesalahan mereka," ujar Henry, menirukan apa yang disampaikan Sambo kepadanya.
Perihal pernyataan ini pun sempat dikonfirmasi oleh Budiman Tanuredjo sebagai moderator diskusi, "Itu conversation antara Henry dengan Ferdy Sambo? (Soal) mengambil alih tanggung jawab tadi?"
Baca Juga: Profil AKBP Ari Cahya Nugraha, Sosok 'Acay' yang Bantah Terlibat Tim CCTV Km 50
"Iya. Artinya Sambo yang mengambil alih (tanggung jawab). Orang-orang ini tidak pantas untuk dihukum, dia bilang," balas Henry.
Henry menegaskan, kliennya berharap agar Sambo benar-benar membuktikan janjinya dengan bertanggung jawab atas kisruh yang kini terjadi.
"Jadi harapan dari Hendra ini memang Sambo mengambil alih tanggung jawab ini karena memang mereka menjalankan?" tanya Budiman.
"Seharusnya demikian. Terus terang, secara tertulis dia sudah buat, kita sama-sama pernah baca. Artinya Hakim juga harus memperhatikan itu, jangan sampai terjadi separuh kebenaran di persidangan," ujarnya melanjutkan.
Henry mengingatkan bahwa kebenaran yang tidak terungkap sepenuhnya dapat membuat orang-orang tak bersalah ikut dihukum. Padahal seperti ditegaskan Henry, Hendra tidak akan melaksanakan perintah Sambo apabila tidak terjerat cerita rekayasa yang dibuat.
"Peristiwa yang sesungguhnya seperti ini. Kenapa kami mengikuti (perintah Sambo). Kalau saja kami tahu tidak seperti ini (seperti cerita rekayasa yang dibuat Sambo), sudah barang tentu mereka tidak mau," tegas Henry.
Tag
Berita Terkait
-
Akrab dengan Istri Sambo karena Brigadir J, Sang Adik Ungkap Dapat Bantuan Putri untuk Pindah ke Jambi
-
'Ibu Putri Tidak Punya Hati!', Geramnya Bibi Brigadir J Tahu Istri Sambo Diduga Ikut Rencanakan Pembunuhan
-
Ferdy Sambo Gitu Loh! Hendra Kurniawan Tak Berani Bantah, Semuanya Sesuai dengan Perintahnya
-
Bon Tahanan Dikabulkan Hakim, Polri Gelar Sidang Etik Hendra Kurniawan Senin Depan
-
'Dikatakan Ceritanya Cuma Rekayasa' Pengacara Hendra Kurniawan Blak-blakan Isi Perbincangan dengan Ferdy Sambo
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan