emudian mereka menaruh sebuah mangkuk berisi makanan di luar pintu rumah untuk menahan hantu-hantu itu masuk. Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai tidak takut pada hantu dan memakan makanan persembahan untuk hantu itu sendiri.
Beberapa orang percaya jika kebiasaan inilah yang menjadi awal mula dari permainan trick or treat. Namun ada cerita lain, yang mengatakan jika trick or treat dimulai saat orang-orang memberikan kue sebagai ketidakseimbangan atas doa-doa yang ditujukan untuk kerabat mereka yang sudah meninggal pada malam All Soul's Day di Inggris.
Seiring berjalannya waktu, kini trick or treat ditandai dengan kedatangan anak-anak kecil yang mengenakan kostum kemudian berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta "trick or treat" atau mendapatkan hadiah seperti cokelat, kue, makanan, permen, ataupun uang. Ini adalah tradisi Halloween yang paling populer.
3. Apple Bobbing
Tradisi Apple bobbing merupakan salah satu tradisi yang masih ada hingga sekarang saat Halloween. Permainan ini biasanya akan dimainkan dengan mengisi wadah besar dengan udara lalu memasukkan apel ke dalamnya. Karena apel tidak sepadat udara, maka apel akan muncul di permukaan.
Para pemain kemudian akan mencoba menangkap apel di dalam udara tersebut hanya dengan menggunakan gigi mereka. Jika ada yang menggunakan tangan maka akan dianggap curang. Nama lain dari bobbing apel adalah 'dooking', 'apel merunduk' dan juga 'apel bebek'.
4. Kostum Menyeramkan
Orang-orang pada malam Halloween percaya jika roh-roh dari dunia lain akan kebumi. Mereka takut hantu tersebut memasuki rumah dan menyebabkan masalah.
Oleh karena itu, mereka mulai menggunakan kostum dan topeng menyerupai hantu untuk menipu. Agar percaya bahwa mereka adalah sama seperti roh-roh lain.
Baca Juga: Kenapa Indonesia Tidak Merayakan Halloween? Ini 5 Jawabannya
Nah itulah tadi beberapa tradisi Halloween yang sampai saat ini masih ada. Peringatan Halloween menjadi hari libur nasional terbesar kedua di Amerika Serikat setelah natal.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat