Suara.com - Keluarga Brigadir J akan bertemu dengan lima terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua, termasuk di antaranya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada sidang Selasa 1 November mendatang.
Penasihat Hukum keluarga Brigadir J, Nelson Simanjuntak pun menyampaikan bahwa pihak keluarga sudah sangat siap.
"Kesiapan keluarga besar almarhum Yosua, pak Samuel kawan-kawan sudah siap sekali," kata Nelson Simanjuntak dikutip Suara.com dari tayangan kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu (29/10/2022).
Nelson juga menyatakan bahwa anggota keluarga yang hadir akan tetap sama seperti saksi sidang Bharada E sebelumnya.
Pada persidangan 1 November nanti, Nelson mengatakan saksi akan saling crosscheck silang dengan 5 terdakwa.
"Dan apa yang menjadi dakwaan daripada jaksa inilah konfrontier, meminta keterangan untuk tidak ada lagi alasan dusta, pembohongan dan ini konkrit. Kisah nyata yang harus disajikan di pengadilan tentunya nantinya sesuai dengan prosedur KUHP dan KUHAP," terangnya.
Sementara itu, keluarga Brigadir J telah mempersiapkan psikologis dan mental.
Seperti yang diketahui, ada momen emosional pada sidang sebelumnya karena Bharada E sungkem minta maaf kepada orang tua Brigadir J.
Pada sidang selanjutnya, Nelson menyatakan bahwa keluarga Brigadir J akan menahan sisi emosional mereka.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Diduga Ada 3 Geng Kepolisian dalam Kasus Ferdy Sambo
"Kesiapan keluarga sangat siap sekali. Mereka menahan emosi, menahan perasaan, tentunya menahan batin di hati selama ini yang anak kandung siapapun di muka bumi dinyatakan bersalah sudah korban meninggal dunia," kata Nelson.
"Tentu dia akan mengungkapkan peristiwa-peristiwa hukum apa yang dialami dirasakan, dilihat dan apalagi ini adalah kebenaran material setiap saksi yang hendak menyampaikan informasi-informasi, data-data, bukti-bukti maupun apa yang diharapkan oleh pengadilan nantinya," sambungnya.
Sekali lagi, Nelson menegaskan bahwa 12 saksi keluarga Brigadir J sudah siap bertemu dengan orang yang digadang-gadang sebagai 'otak' pembunuhan Yosua.
Tag
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Diduga Ada 3 Geng Kepolisian dalam Kasus Ferdy Sambo
-
Tanpa Langkah Strategis yang Lebih Substantif, ISESS Ragu Tingkat Kepercayaan Publik ke Polri Akan Meningkat
-
Putri Candrawathi Tak Canggung Rangkul Brigadir J dan Adik: Bangga Saya Jadi Emaknya!
-
Kesal Sidang Vonis Ditunda, Korban Indra Kenz Nekat Nginap di PN Tangerang
-
Putri Candrawathi Suka Kirim Link ini, Saat Whatsapp ke Adik Brigadir J
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Bareskrim Ungkap Peran Vital The Doctor: Penyuplai Narkoba Ko Erwin dan White Rabbit Jakarta!
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
-
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel