"Ya jangan kamu, saya lagi ngomong kamu bilang sudah sudah sudah, memang kamu siapa? Saya lagi ngomong malah bilang sudah selesai sudah selesai. Kurang ajar," kata Irma.
Irma menilai tindakan Piprim kepada dirinya adalah perbuatan tidak sopan.
"Ya saya tahu pimpinan, tapi nggak boleh gitu juga kali. Nggak sopan. Saya bilang tadi BPOM sudah di depan, sudah jelas mengatakan, data sudah ada, kan kita harus bicara by data dong, nggak bisa bicara nggak by data," kata Irma.
Semprot Menkes Budi
Diketahui, anggota Fraksi NasDem ini bukan pertama kali menyemprot dan meminta mitra di rapat untuk berlaku sopan. Sebelumnya, Irma menegur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Perkaranya, Irma merasa tidak dihargai lantaran Budi tidak melihat wajah Irma saat ia sedang berbicara di tengah rapat. Irma meminta Budi berhenti sejenak dari kesibukannya yang juga hadir dan duduk di ruangan yang sama.
"Mohon maaf pak menteri tolong lihat pak menteri, saya lagi bertanya sama Anda. Bisa gak bapak berhenti di situ dulu, lihat ke kita karena kita lagi bicara sama bapak. Mohon maaf pak, saya gak merasa bapak hargai kalau bapak gak lihat saya ketika saya bicara," tegur Irma tertuju pada Budi, Selasa (25/1/2022).
Irma kemudian melanjutkan memberikan tanggapannya atas paparan yang telah disampaikan Menkes, Ketua DJSN, serta Dirut BPJS Kesehatan. Namun Irma kembali menyoroti sikap Budi.
Lagi-lagi menyoal pandangan Irma yang menilai Budi sibuk sendiri. Bukan saja pada waktu Irma yang berbicara, tapi juga saat mitra Komisi IX lain tengah memaparkan materi.
Baca Juga: Masih Ada Ibu yang Beri Obat Sirup Padahal Dilarang BPOM, Ini Tips dari Ketua IDAI
"Saya tadi lihat DJSN bicara pak menteri sibuk sendiri, ketika BPJS bicarapun pak menteri juga sibuk sendiri. Nah saya pengen tanya, pak menteri tahu gak sih apa yang disampaikan direktur BPJS tadi atau DJSN tadi gitu? Karena ini penting. Karena ini ada kaitannya ketiga institusi ini ada kaitannya terhadap rapat kita hari ini," tutur Irma.
Sebelum mengakhiri tanggapannya, Irma kembali mengingatkan Menkes Budi untuk lebih menghargai dan menghormati anggota Komisi IX. Caranya, yakni dengan menatap dan memperhatikan wajah lawan bicara.
Menurut Irma, selama ini banyak keluhan dari para koleganya mengenai sikap Budi yang dianggap menghargai mereka hanya karena tidak menatap wajah para anggota yang berbicara.
"Sekali lagi saya ingin mengingatkan pak menteri kesehatan, kalau kawan-kawan ini bicara tolong dilihat mukanya agar kami ini merasa dihargai dan dihormati . Karena hampir semua ini teman-teman mengatakan kepada saya, kalau ngomong dengan menteri kesehatan pak menteri kesehatan tuh gak pernah lihat muka kita," ujar Irma.
"Nah saya terus terang tergelitik ya dan saya lihatin dari tadi ternyata betul ya. Saya gak tahu apakah pak menkes ini sibuk apa tapi sebaiknya ke depan kalau teman-teman komisi ix bicara tolong dilihat wajahnya, dilihat dan dihargailah gitu ya sehingga kami merasa kemitraan ini punya kehormatan," pungkas Irma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard