Suara.com - Pegiat media sosial atau Dokter Tifa mantap mendukung Anies Baswedan menjadi calon Presiden 2024 nanti.
"Hari ini Jumat, 4 November 2022, saya mau sampaikan Anies Rasyid Baswedan @aniesbaswedan memang layak jadi Presiden Indonesia," cuit Dokter Tifa dikutip dari cuitan akun Twitternya.
"Barakallahu fiik, my friend," lanjutnya.
Padahal sebelumnya, perempuan yang viral karena lantang membicarakan polemik ijazah Jokowi tersebut, sempat condong ke Prabowo Subianto.
“Kalau beliau (Prabowo) maju 2024, kali ini saya dukung,” tulis Tifa dalam akun twitternya, Rabu, (10/8/2022) lalu.
Waktu itu, dia menulis sejumlah alasan mengapa pilih mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang.
Ketum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan itu dinilai, mampu menghentikan wacana 3 periode dan menyelesaikan perseteruan cebong-kadrun. Tidak hanya itu, Prabowo juga disebut bisa memusnahkan BuzzerRp dari muka bumi.
Dokter Tifa Klaim Dekat dengan Anies Baswedan
Dokter Tifa menceritakan tentang hubungannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Baca Juga: Mardani Sebut Jawa Masih Jadi Kunci Kemenangan PKS di 2024, Ini yang Bakal Lebih Ditonjolkan
Melalui saluran YouTube Refly Harun, Dokter Tifa membicarakan awal kedekatannya dengan Anies Baswedan.
Dokter Tifa mengaku bahwa sejak kecil ia sudah kenal dengan Anies Baswedan karena satu sekolah.
“Sebenarnya kalau sama mas Anies nggak Cuma satu SMA aja. Saya kenal sama dia itu kenal baik dan temenan dari kecil,” ujar Dokter Tifa, Kamis, (3/11/2022).
Dia menilai jika sosok Anies punya kemampuan melakukan persuasi kepada orang lain agar bisa mengikuti arahannya. Hal itu menurut Tifa merupakan modal bagi seorang pemimpin.
"Saya tahu bahwa dia ini suatu saat akan menjadi tokoh politik besar karena memang kecerdasan utama yang saya lihat," ungkap Tifa.
Seperti diketahui, Anies Baswedan resmi lengser sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 13 September 2022 lalu.
Berita Terkait
-
Hari Ini, Anies Baswedan Bakal Diterima Secara Adat Melayu di Istana Maimun Medan
-
Beredar Spanduk Anies- Aher, Nasdem: Kalau Tidak Memenuhi Ekspekatasi Otomatis Gugur
-
Respons Maraknya Spanduk Anies-Aher, NasDem Santai Dan Anggap Cuma Tes Ombak Suara Rakyat
-
Ade Armando Bilang Anies Menang jika Umat Kristen Terbelah, Rudi Valinka: Ada Pergeseran di Kepala
-
Tenteng Umat Kristen, Bahan Ade Armando Cibir Anies Baswedan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel