Asisten Komisaris Komando Cyber Kepolisian Federal Australia, Justine Gough, mengatakan Operation Guardian bekerja dengan polisi negara bagian dan teritori untuk mengidentifikasi anggota komunitas yang berisiko mengalami penipuan identitas.
"Jika anggota masyarakat merasa mereka dalam bahaya, mereka harus segera menghubungi triple zero," katanya.
Menteri Keamanan Cyber, Clare O'Neil, mengatakan kepada parlemen pada hari Rabu bahwa pemerintah telah mempersiapkan data yang akan dipublikasikan selama beberapa minggu.
"Tindakan yang diambil sebagai mekanisme koordinasi nasional sebagai langkah persiapan sangat menyeluruh," katanya.
"Ini termasuk menempatkan pelindung kemanan di sekitar data pemerintah, polisi negara bagian yang bekerja dengan individu yang terkena dampak, juga organisasi pendukung dan konseling kesehatan mental, serta menerapkan rencana manajemen di sekitar orang-orang yang memiliki beberapa kerentanan yang sangat spesifik."
Clare O'Neil meminta perusahaan media sosial khususnya untuk memastikan platform mereka tidak digunakan untuk mempublikasikan informasi curian.
"
"Jika Anda melakukannya [mengizinkan penerbitan data curian], itu artinya Anda membantu dan bersekongkol dengan bajingan yang berada di jantung tindakan kriminal ini, dan saya tahu Anda tidak akan melakukan itu pada negara Anda sendiri dan warganya," katanya.
"
Baca Juga: iOS 16.1 dan iPadOS 16.1 Bikin iPhone dan iPad Bikin Rentan Diserang Peretas
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.
Tag
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital