Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama pada 2017. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok selama kurang lebih 2 tahun.
Kekinian, beredar informasi dengan klaim yang menyebutkan biang kerok yang menjebloskan Ahok ke penjara ternyata Jusuf Kalla. Kabar itu diunggag lewat video Youtube dengan nama pengguna POLITIK TERKINI.
Thumbnail video tersebut menggunakan narasi 'Terbongkar!! Ahok Tempuh Jalur Hukum, Ternyata JK Otak Utama yang Jebloskan Ahok ke Penjara' dan menampilkan foto Jusuf Kalla.
Sementara, judul pada video adalah "Viral, Orang yang jebloskan Ahok ke Penjara Terbongkar !! Ternyata JK Biang Keroknya!!??'. Benarkah?"
Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta pada Kamis, (10/11/2022), klaim tersebut hoaks atau salah.
Penjelasan
Fakta pada video tersebut, hanya berisi pemberitaan kasus penistaan agama yang pernah menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Klip pada awal video memperlihatkan momen Jusuf Kalla (JK) yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden Jokowi. JK mengatakan proses hukum Ahok akan dilakukan secara cepat dan tegas.
Kemudian, klip berisi tayangan pegiat media sosial, Mazdjo Pray mengulas soal karma-karma orang yang berseberangan dengan Ahok. Mereka satu persatu sudah kena batunya, yang belum siap-siap tunggu giliran.
Baca Juga: Program Rumah DP Nol Rupiah Anies Baswedan Tenggelam, Digantikan Proyek Rusunawa
Menurut dia, ketekunan dan kesabaran Ahok dibantai oleh pasukan kadal gurun namun tidak membuat Ahok hilang kewarasan.
Selanjutnya, terdengar suara narator yang mengulas jejak Jusuf Kalla yang dikenal sebagai sosok politisi lihai dan agresif. Narator mengatakan bahwa JK pisah jalan dengan SBY di politik demi maju sebagai calon presiden.
Gagal jadi presiden, JK kemudian digandeng Jokowi sebagai cawapres di pemilu 2014.
Sampai akhir video, tidak ada narasi yang menyebutkan bahwa JK biang kerok di balik vonis Ahok. Video berisi potongan beberapa video lalu digabung dengan dibumbui suara narator.
Gambar JK pada thumbnail tersebut juga merupakan hasil editan.
Kesimpulan
Berita Terkait
-
Dianggap Efektif, PKS Minta Heru Budi Lanjutkan Proyek Sumur Resapan Anies
-
Transjakarta Kerap Kecelakaan, Heru Budi Minta Ada Standarisasi Pengemudi Bus
-
Akhir Cerita Anggota DPRD Palembang Viral Gegara Aniaya Wanita di SPBU, Divonis 4 Bulan Bui
-
Terdakwa Kasus Klitih Gedongkuning Divonis Bersalah, Kuasa Hukum: Putusan yang Dzolim
-
CEK FAKTA: Jokowi Berikan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto Presiden Kedua RI, Benarkah?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat