Suara.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang 'Jatah Prabowo' pada pidatonya di HUT Perindo masih mengundang atensi.
Pernyataan itu disebut-sebut sebagai kode dukungan Jokowi untuk Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Menaggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Politik Prof. Tjipta Lesmana menyebut bahwa Jokowi yang tampak dukung sana-sini buat Pilpres sudah melanggar etika politik.
"Saya begitu dengar pidato itu saya lihat di televisi, saya langsung bilang ke teman saya Jokowi telah melanggar etika politik, enggak bisa dia ngomong begitu, dia presiden," ujar Tjipta Lesamana dalam perbincangannya di Indonesia Lawyers Club.
"Jangan lupa Presiden Republik Indonesia kalau dia mendukung boleh tapi dari belakang, jangan secara open begitu," imbuhnya.
Lebih lanjut Tjipta Lesmana menyebutkan bahwa Jokowi yang memuji tokoh sana-sini cukup aneh.
"Memang Pak Jokowi kadang-kadang suka aneh-aneh menurut saya perilakunya, waktu ulang tahun Golkar puji habis-habisan Airlangga, terus ketemu lagi dengan Erick ditepuk ini cawapres yang baik, ketemu Ganjar satu jam berbicara buat spekulasi lagi pilihan Jokowi adalah Ganjar," ungkap Tjipta.
"Saya tetap berkeyakinan seyogyanya Pak Jokowi tak mengeluarkan penyataan yang begitu spesifik bahwa dia mendukung Pak Prabowo gitu, ini menurut saya bisa merusak demokrasi," imbuhnya.
Pengamat: Dukungan Jokowi Berbahaya Buat Prabowo
Baca Juga: Taruh Perhatian Isu Myanmar, Jokowi Sampaikan Poin Penting Pada Retreat KTT ASEAN ke-41
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebutkan dukungan Jokowi bisa menimbulkan efek negatif ke Prabowo.
"Dukungan presiden tak memiliki efek besar yang pertama, yang kedua calon ini harus berhitung apakah dukungan presien bisa menguntungkan atau tidak," kata Yunarto.
Lebih lanjut Yunarto menyebutkan bagi Ganjar, dukungan Jokowi bisa menguntungkan tapi bagi Prabowo malah bisa merugikan.
Pasalnya pendukung Prabowo kebanyakan berasal dari orang yang tak puas dengan pemerintahan Jokowi yang menjadi lawan politik Prabowo di dua kali Pilpres sebelumnya.
"Kalau bicara Pak Prabowo sebenarnya menarik, karena Pak Prabowo ini sebetulnya sampai sekarang elektabilitasnya itu kebanyakan berasal dari investasi politik yang dilakukan Pak Prabowo dari pemilu 2014-2019," ungkap Yunarto.
"Dan kebanyakan dari mereka adalah pemilih yang sebetulnya cukup tidak puas dengan pemerintahan Jokowi, bahkan kita tahu sejarahnya pak Prabowo ini simbol antitesa Jokowi," tambahnya.
"Jadi saya harus mengatakan korelasinya malah cenderung agak negatif."
Berita Terkait
-
Ingin Direstui Kayak Prabowo, Surya Paloh Ngarep Dukungan Jokowi: Kita Tunggu-tunggu Kapan Dikasih ke Bung Anies
-
Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal Jatah Prabowo, Dasco: Masa Ada yang Baik Kita Tolak?
-
Surya Paloh Buka Suara setelah Beredar Rumor Hubungannya dengan Presiden Jokowi Retak
-
Ditanya Isu Hubungannya Retak dengan Jokowi, Surya Paloh: Ingin Jawaban Lip Service atau Jujur?
-
Klaim Sahabatan, Surya Paloh: Kalau Ada Memframing Jokowi Emoh sama NasDem, Itu Upaya Sitematik Merusak
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi