Suara.com - Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Partai NasDem disebut akan mengalami keretakan. Hal tersebut diperkirakan oleh pengamat politik Ray Rangkuti yang sekaligus membeberkan tanda-tandanya. Apa saja kira-kira?
Sebelum itu, Ray dalam diskusi Para Syndicate bertemakan "PDIP Vs NasDem: Ojo Dibandingke?" di Jakarta, Kamis (27/10/2022) memperkirakan waktu keretakan tersebut paling lama terjadi di bulan Februari 2023. Ini alasannya.
Pertama, tanda keretakan itu mulai terlihat saat Jokowi tidak menanggapi pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh Nasdem pada awal Oktober lalu. Ia enggan berkomentar lantaran negara sedang berduka pasca insiden di Kanjuruhan.
Tanda yang kedua adalah dari sejumlah suara elite PDIP yang menyerang NasDem. Aksi itu terjadi tidak lama setelah partai bentukan Surya Paloh itu mengumumkan deklarasi Anies sebagai capres.
Terlebih setelah pengumuman itu dirilis, ungkap Ray, Jokowi langsung bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Batutulis, Bogor. Pertemuan itu diketahui membahas soal kebangsaan.
Itu maknanya, sambung Ray, sudah ada komunikasi antara Jokowi dengan PDIP. Di sisi lain, mungkin PDIP akan bersikap lebih tegas terhadap apa yang dilakukan NasDem, yakni yang ada kaitannya dengan deklarasi pencapresan Anies Baswedan.
Ketiga, untuk kali pertama setelah hampir 8 tahun, Jokowi menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinan reshuffle kabinet. Keterangan ini disampaikannya dalam merespon pertanyaan mengenai desakan relawan Jokowi untuk merombak menteri dari Partai NasDem usai mendeklarasikan Anies.
Tanda keretakan keempat diperkirakan Ray saat Jokowi berpidato dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di JIExpo Kemayoran. Saat itu, ia mengatakan sebaiknya pengumuman capres jangan terburu-buru.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali turut menanggapi. Ia mengatakan jika partainya memang sudah lama memiliki tradisi memilih calon presiden lebih awal.
Bahkan, katanya, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak Pilpres 2014 yang kala itu menetapkan Jokowi untuk calon presiden. Dilanjutan Ali, ketika ditetapkan sebagai capres, Jokowi bukan siapa-siapa.
"Tradisi untuk menetapkan calon presiden lebih awal oleh partai ini, kita sudah lakukan ketika kita mencalonkan Bapak Ir Joko Widodo menjadi calon presiden 2014, yang saat itu bukan siapa siapa," kata Ali mengutip video KompasTV.
Terakhir dari pandangan Ray, keretakan itu semakin terlihat saat gestur Jokowi tidak berkenan memeluk Surya Paloh pada momen HUT Golkar tersebut. Ray merasa Jokowi dalam keadaan terpukul karena deklarasi capres yang terlalu dini oleh NasDem.
Selain itu, ada tanda tambahan yang memungkinkan hubungan Jokowi dengan NasDem akan retak, yakni tidak ada ucapan selamat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem oleh Jokowi.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, pada Jumat (11/11/2022) menduga kemungkinan Jokowi tidak mengucapkan selamat karena alasan kesibukan. Namun, ia berharap sang presiden itu memberi ucapan untuk NasDem secara personal.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Dulu Pede Deklarasikan Anies Jadi Bacapres, Kini Surya Paloh Malah Tak Bisa Jamin 'Jagonya' Dapat Tiket Capres
-
Ngarep Jokowi Nyatakan Dukung Anies Juga, Surya Paloh Bicara Pelajaran Soal Budi Pekerti saat SD
-
Surya Paloh: Pernyataan Jokowi untuk Memotivasi Prabowo
-
Ingin Direstui Kayak Prabowo, Surya Paloh Ngarep Dukungan Jokowi: Kita Tunggu-tunggu Kapan Dikasih ke Bung Anies
-
Surya Paloh Buka Suara setelah Beredar Rumor Hubungannya dengan Presiden Jokowi Retak
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan