Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin menilai idealnya pihaknya sudah mendapatkan nama pengganti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebelum 24 November 2022. Namun, hingga saat ini Komisi I belum juga menerima nama pengganti dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui surat presiden (surpres).
Hasanuddin mengatakan bahwa idealnya itu Komisi I DPR RI bisa melakukan uji kemampuan dan kelayakan atau fit and proper test sebelum 24 November 2022. Selain karena DPR RI akan memasuki masa reses pada 16 Desember, Andika juga bakal memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022.
"Jadi waktu sekarang tanggal 16, tinggal 8 hari lagi, nama itu belum dikirim (dari Istana)," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2022).
Purnawirawan TNI tersebut lantas mengungkapkan banyak pertanyaan yang muncul akibat belum adanya progres dari pergantian Panglima TNI. Tidak sedikit orang yang menanyakan terkait masa jabatan Panglima TNI yang diperpanjang.
"Banyak orang yang mempertanyakan, mungkin panglima TNI akan diperpanjang (karena belum dikirim nama)," ungkapnya.
Meski begitu, Hasanuddin menegaskan kalau tidak ada aturan yang memperkenankan adanya perpanjangan masa jabatan Panglima TNI. Menurutnya itu bisa dikecualikan apabila sosoknya merupakan spesialis seperti dokter spesialis jantung.
Hal tersebut juga bisa dilakukan bagi setingkat perwira.
Oleh sebab itu, Hasanuddin kembali menekankan kalau Jokowi harus mengirimkan nama pengganti Andika minimal pada pekan ini ke DPR RI.
"(Ada dalam) Pasal 13 UU TNI, bahwa 20 hari sebelum masa reses nama panglima TNI baru sudah harus dikirimkan kembali ke Istana."
Baca Juga: Diisukan Putus dari Kakang Jurnalrisa, Adhisty Zara Gandeng Cowok Baru
Berita Terkait
-
KSAL, KSAD, KSAU Penuhi Syarat Jadi Panglima TNI Gantikan Andika, Legislator PDIP: Tapi Dilematis Masa Pensiun Mepet
-
Jenderal Andika Pensiun Desember, DPR Ingatkan Pemerintah Segera Kirim Nama Calon Panglima TNI
-
Rencana Besar Jokowi Setelah Tak Lagi Jabat Presiden, Kembali ke Solo Jadi Aktivis Lingkungan
-
35 Tahun Mengabdi di TNI, Andika Perkasa Andalkan Pertemanan
-
Rizal Ramli Prediksi Jenderal Dudung Jadi Panglima TNI Gegara Dekat Megawati: Prestasi Cuma Turunkan Baliho
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
Terkini
-
Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran