Suara.com - Tanggal 10 Desember 2022 mendatang bakal menjadi hari bersejarah bagi putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep yang akan menikah dengan Erina S Gudono. Di sisi lain, percaturan politik elite partai terus bergeliat.
Disebut-sebut, momen pernikahan Kaesang dengan Erina tak hanya sebatas acara 'hajatan' biasa, namun bisa jadi ajang manuver politik elite partai.
Momen pernikahan Kaesang bisa jadi ajang bagi Presiden Jokowi bakal 'merangkul siapa dan menendang siapa'.
Diketahui, usai Surya Paloh lewat NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres, hubungannya dengan Jokowi seolah merenggang.
Buktinya, adalah momen HUT Partai NasDem yang ke-11 pada 11 November 2022 lalu. Jangankan hadir, Jokowi tak sepatah katapun mengeluarkan ucapan selamat ulang tahun. Hal itu amat berbeda dengan partai lain yang sama-sama mengusung Jokowi.
Menyitat laman Warta Ekonomi (media partner Suara.com), Selasa (22/11/2022), kondisi inilah yang menjadi bahan analisa dari pengamat politik Rocky Gerung lewat kanal YouTube Rocky Gerung Official saat diskusi bersama Hersubeno Arief dari Forum News Network (FNN).
Rocky menduga bahwa Surya Paloh sudah menyadari konsekuensi dari mendukung Anies Baswedan termasuk sikap Jokowi.
“Mungkin sekali Pak Surya Paloh sekarang mengerti bahasa tubuh Pak Jokowi ingin menyingkirkan dia,” ucaj Rocky.
Menurut Rocky, ada satu kepastian mengenai kekuasaan yang saat ini Jokowi pegang yakni antara memukul dan merangkul sulit dibedakan.
“Selalu ada yang pasti yang bisa disebut kekuasaan itu tidak bisa dibedakan, dia lagi merangkul atau lagi memukul,” papar Rocky.
Kata dia, selalu ada dua sisi wajah kekuasan tadi pada setiap orang termasuk Jokowi.
“Dua wajah kekuasaan ini selalu ada pada semua orang, tinggal mana yang lebih dominan. Pak Jokowi kelihatannya memendam kultur itu bahwa ada momentum yang orang tiba-tiba kaget kok digituin,” tambah Rocky.
Apakah pihak terkait Anies-Surya Paloh akan diundang atau justru “ditendang”?
“Kita tunggu nanti siapa yang diundang dan yang tidak di acara royal wedding ini, itu tanda membaca simbol politik,” ujarnya lagi.
Diketahui, politisi senior PDIP Panda Nababan membongkar momen balas dendam Presiden Jokowi ke mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yakni di acara pernikahan Putri Jokowi. Panda mengungkapkan Gatot diperlakukan “hina” sebagai Panglima TNI di acara tersebut.
Berita Terkait
-
Jokowi Unggah Momen Keakraban Munas HIPMI di Solo, Netizen Beri Komentar Nyeletuk: Tapi Ujung-ujungnya Baku Hantam Pak!
-
Gus Choi NasDem Biarkan Orang Sebar Selebaran Khilafah Bergambar Anies, Nanti Capek Sendiri
-
Kedekatan Erick Thohir dengan Presiden Jokowi, sampai Dipercaya Urus Pernikahan Kaesang
-
Sering Tenteng Tas Branded Puluhan Juta, Warganet Malah Salfok Penampilan Iriana Jokowi Pakai Sandal Jepit
-
Bukan Sandal Mewah, Kali Ini Warganet Fokus Pada Sandal Jepit Iriana Jokowi: Mereknya Apa, Bu?
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
-
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz
-
Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?
-
3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka
-
Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz