- Bareskrim Polri menangkap perakit senjata api ilegal bernama Tatang Sutardin alias Ki Bedil di wilayah Cipacing, Jawa Barat.
- Pelaku memanfaatkan keahlian dari pengalaman kerja industri senjata legal untuk merakit senjata api berkualitas tinggi bagi kriminal.
- Ki Bedil mendistribusikan senjata rakitan melalui perantara saudara menggunakan media sosial dengan harga mencapai puluhan juta rupiah per unit.
Suara.com - Bareskrim Polri terus menguliti rekam jejak Tatang Sutardin alias Ki Bedil, maestro pembuat senjata api atau senpi ilegal yang baru saja diringkus. Terungkap bahwa kemampuan Ki Bedil dalam merakit senjata bukan didapat secara otodidak, melainkan hasil pengalamannya bekerja di industri legal.
Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi menyebut TS alias Ki Bedil dulunya merupakan pekerja terampil di sentra pembuatan senjata angin yang cukup ternama.
"Ki Bedil alias saudara TS ini sebelumnya pernah bekerja di industri senjata angin di Cipacing, Jawa Barat," ujar Arsya kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Nama Ki Bedil sebenarnya sudah lama masuk dalam radar kepolisian. Ia pernah terlibat dalam jaringan penjualan senpi ilegal di wilayah Cipacing, Sumedang. Namun, kala itu nasib baik masih berpihak padanya karena ia berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap.
Pasca-insiden pelarian tersebut, Ki Bedil berubah menjadi sosok yang sangat tertutup dan licin. Untuk memasarkan barang rakitannya, ia tak lagi berinteraksi langsung dengan pembeli, melainkan menggunakan saudaranya, Aep Saepudin (AS), sebagai "benteng" sekaligus agen pemasaran digital.
"Dia menggunakan perantara AS, yang kemudian AS juga memperjualbelikan ini dengan menggunakan media sosial yang ada," jelas Arsya.
Akurasi Tinggi Jadi 'Magnet' Kriminal
Di dunia bawah tanah, Menurut Arsya, produk buatan Ki Bedil menjadi primadona. Bukan tanpa alasan, senpi rakitannya dikenal memiliki kualitas yang menyerupai senjata standar militer atau kepolisian, terutama dari sisi ketepatan sasaran.
"Ki Bedil ini adalah orang yang sudah cukup terkenal di kalangan para pelaku street crime dan juga pemburu ilegal, di mana hasil buatannya sangat baik, berfungsi dengan baik dan juga memiliki akurasi yang tinggi," tutur Arsya.
Baca Juga: Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA
Kualitas tinggi tersebut tentu dibarengi dengan harga yang fantastis bagi sebuah senjata ilegal. Ki Bedil mematok harga beragam tergantung tingkat kerumitan dan jenis senjata yang dipesan.
Bahkan, untuk jenis pistol atau senapan laras panjang dengan kemampuan menembak jitu, harga yang dibanderol bisa mencapai puluhan juta rupiah.
"Sementara untuk senjata-senjata senapan laras panjang dengan tingkat akurasi 100 meter itu diperjualbelikan sekitar antara 15 sampai 20 juta," pungkas Arsya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM
-
Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?