Suara.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menilai kalau Menteri Pertahanan atau Menhan Prabowo Subianto cocok dengan tipe calon presiden atau capres ideal yang disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mendengar hal tersebut, Prabowo langsung melirik Jokowi.
Itu terjadi pada saat ketiganya hadir pada acara peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/11/2022). Kala itu, Budi sedang menyampaikan pidatonya.
Sementara itu, Prabowo dan Jokowi duduk menyaksikan pidato Budi. Awalnya, Budi menyinggung kedekatan Jokowi dan Prabowo.
"Kami semua menyimak bahwa belakangan ini pak Menhan semakin sering terlihat dekat dengan pak Presiden bapak Jokowi," kata Budi sebagaimana dikutip melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Kemudian, Budi mengungkit soal kriteria capres ideal Jokowi, seperti memiliki kerutan dan berambut putih. Menurut Budi, kriteria itu dimiliki oleh Prabowo.
"Kita semua menangkap pesan, pesan dari pak Jokowi tentang kerutan di dahi untuk menjadi ukuran kriteria, maka kami semua memperhatikan semua dari tadi kerutan tersebut 100 persen identik dengan pak Prabowo saat ini," ucapnya.
Hanya saja Prabowo tidak memiliki warna rambut yang sesuai seperti yang disampaikan Jokowi yakni berambut putih. Budi lantas mengatakan kepada Prabowo untuk menyesuaikan saja warna rambutnya.
"Tinggal warna rambut saja perlu penyesuaian bapak," ujarnya.
Saat mendengar ucapan Budi, Prabowo langsung melirik Jokowi yang tengah tertawa lepas. Mantan Danjen Kopassus itu juga terlihat mengembangkan senyumnya.
Baca Juga: Bak Ingin Adu Kekuatan, Kode-kode Jokowi Soal Capres Disebut Menantang Megawati
Berita Terkait
-
Bak Ingin Adu Kekuatan, Kode-kode Jokowi Soal Capres Disebut Menantang Megawati
-
Ganjar Bertindak Usai Masalah Tambang Ilegal di Klaten Viral, Gibran Malah Minta Maaf: Waduh Gara-Gara Saya Ini
-
Hasil Survei Median: Prabowo-Cak Imin Unggul di Pilpres 2024, Tapi Dipepet Anies-AHY
-
Resmikan Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya, Jokowi Ingin Hentikan Gesekan Antara Mahasiswa Daerah
-
Diminta Kuota Khusus Sekolah TNI-Polri untuk Anak-anak Dayak, Jokowi Serahkan Jumlahnya ke Kapolri
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Pakar Hukum Kesulitan Maknai Kedudukan Pimpinan KPK dalam UU KPK Baru
-
Kemenpar Sebut Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Ahli di Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Kewenangan Penyidik, Bukan Pimpinan KPK
-
Soal Kerugian Negara Kasus Pertamina, Febri Diansyah Ingatkan Putusan Pengadilan Tipikor
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Larang Ada Interupsi dalam Sidang Praperadilan Yaqut, Hakim ke KPK: Ini Bukan Acara Talkshow TV
-
Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!