Suara.com - Nyaris tiga pekan polisi mencoba memecahkan misteri kematian satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. Ternyata benar, ada temuan yang menjurus pada aktivitas ritual tertentu oleh salah satu korban.
Namun demikian, hal itu tak lantas menjadikan polisi menyimpulkan kasus tersebut. Penyidik masih terus melakukan penyelidikan sembari melibatkan sejumlah ahli.
Dugaan adanya ritual oleh salah satu korban sekeluarga tewas di Kalideres menjadi fakta terbaru yang diungkap polisi dalam kasus ini.
Hal tersebut terungkap berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Bahwa ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya, Selasa (29/11/2022) kemarin.
Hengki mengungkapkan, ada kepercayaan dan ritual di keluarga di Kalideres itu sebagai upaya membuat kondisi menjadi lebih baik.
Hal itu, kata dia, mengakibatkan adanya suatu kepercayaan dalam keluarga tersebut, bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga adalah dilakukan melalui ritual tertentu.
Hanya saja, Hengki tak menjelaskan lebih jauh, ritual apa yang sebenarnya dilakukan dan bagaimana Budiyanto melakukan ritual tersebut.
Temuan Mantra Dan Kemenyan
Selain temuan aktivitas ritual, Hengki juga mengungkapkan, penyidik menemukan buku lintas agama, mantra, hingga kemenyan di rumah korban sekeluarga tewas di Kalideres itu.
Kata dia, pihaknya bakal melibatkan pakar atau ahli sosiologi untuk mendalami lebih lanjut terkait temuan-temuan tersebut.
"Kami akan mengundang ahli sosiologi agama, untuk melakukan analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku, serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP," tutur Hengki.
Sebagaimana diketahui, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) lalu.
Keempat korban tewas itu yakni Rudiyanto, Reni Margaretha, Dian, serta Budiyanto.
Sejauh ini, baru terungkap bahwa Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei 2022. Sementara Dian, diduga menjadi orang yang paling terakhir meninggal dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polda Metro Jaya: Bukan Keracunan atau Kelaparan
-
Polisi: Tim Psikologi Forensik Masih Dalami Motif Kematian Satu Keluarga di Kalideres
-
Duga Ada Aktivitas Ritual Terkait Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi: Ditemukan Buku Mantra dan Kemenyan
-
Fakta Baru Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Sebut Budyanto Diduga Jalani Ritual Tertentu
-
Fakta Baru Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Jasad Peluk Guling, Temuan Kain di Bawah Mayat
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda