Suara.com - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) melempar sinyal akan ada partai politik yang bergabung tetapi belum secara eksplisit menyampaikan partai mana saja yang dimaksud.
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kode warna partai yang disebut-sebut siap bergabung, dan ia merujuk pada warna-warna yang ada di Al Rihla, yakni nama bola resmi yang digunakan pada Piala Duni 2022 di Qatar. Kedua, warna yang identik dengan pakaian yang kerap digunakan Presiden Jokowi.
Diketahui, KIB merupakan gabungan dari Golkar, PAN, dan PPP. Artinya masih ada enam dari sembilan partai politik di Parlemen yang kemungkinan bisa bergabung KIB. Jumlah tersebut belum dikalkulasi dengan parpol-parpol non parlemen.
Sementara itu, Plt. Ketua Umum PPP, Mardiono, juga bungkam mengenai partai yang akan gabung. Ia tidak membenarkan partai-partai yang ditafsirkan awak media terkait kode yang disampaikan Airlangga.
Termasuk saat ditanya apakah PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang dimaksud atau tidak, Mardiono mempersilakan kode itu ditafsirkan sendiri.
"Iya, silakan," ujar Mardiono usai pertemuan KIB di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022) malam.
Sementara itu saat ditanya mengenai informasi PKS dan Partai Demokrat menolak gabung KIB, Mardiono mengatakan dirinya belum mendengar kedua partai tersebut menolak bergabung.
Ia justru berujar KIB masih memiliki harapan mengajak partai-partai lain turut bergabung.
"Saya belum pernah mendengar penolakan itu. Jadi, kami masih punya harapan dari partai lain bergabung," kata Mardiono.
Masih Belum Deal
Ketum Golkar Airlangga Hartarto ogah blak-blakan mengenai partai mana yang segera bergabung dengan KIB.
Menurutnya, untuk saat ini, penyampaian masih sebatas kode warna karena belum tiba waktu yang tepat untuk disampaikan.
"Kode dulu, semua. Kalau sudah deal baru kita (umumkan)," kata Airlangga di Menteng usai pertemuan KIB, Rabu.
Airlangga tetap tidak memberikan jawaban ketika ditanya wartawan untuk menyebut terang-terangan partai yang dimaksud. Ia hanya mempersilakan publik untuk menafsirkan sendiri tentang kode warna prtai yang sudah ia sampaikan.
"Itu terjemahin sendiri," kata Airlangga.
Berita Terkait
-
KIB Ingin Pemilu 2024 Berkualitas dan Tidak Membelah Masyarakat
-
Sejarah Awal Ganjar Pranowo Terjun ke Politik: 'ah geblek amat kok masuk PDI?'
-
Belum Ada Deal, Ketum Golkar Ogah Blak-blakan Soal Partai yang Bakal Gabung KIB
-
SAH! Ini Nama Nomine Capres 2024 Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Usai Makan Enak
-
Cerita Soal Awal Karir Politiknya, Ganjar Sempat Ogah Masuk Golkar dan PPP, Akhirnya Pilih PDI
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok