Suara.com - Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Bambang Hermanto angkat bicara terkait adanya laporan seorang istri prajurit TNI yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan. Bambang menyebut kalau kasus tersebut sudah ditindaklanjuti.
Adapun pelaku yang dimaksud yakni anggota Ajendam IV/Diponegoro, Serda Luthfie Puguh Baihaqie, suami dari anggota Persit bernama Prima itu.
"Pada tanggal 20 Juli 2022 lalu oleh Denpom IV/3 Salatiga berkas perkara KDRT yang diduga dilakukan Serda Luthfie Puguh Baihaqie tersebut telah dilimpahkan ke Odmil II-9 Semarang dan Papera," kata Bambang mengutip dari laman resmi Kodam Diponegoro, Kamis (1/12/2022).
Bambang mengungkapkan bahwa sesuai dengan Keputusan Pangdam IV/Dip Nomor Kep/511/X/2022 tanggal 31 Oktober 2022, perkara KDRT yang menyeret tersangka Serda Luthfie sudah diserahkan ke Pengadilan Militer II-10 Semarang. Tersangka akan menjalani sidang hukum pidana.
"Saat ini perkara KDRT tersangka Serda Luthfie Baehaqie, Ba Ajendam IV/Dip, masih menunggu sidang di Dilmil II-10 Semarang," ucapnya.
Menurut Bambang, satuan terkait sudah pernah melakukan tiga kali upaya mediasi. Namun tidak ada titik temu dalam upaya tersebut sehingga kasus dilanjutkan ke tingkat hukum.
Adapun kisah Prima itu dirangkum ke dalam satu video yang kemudian diunggah ke Tiktok. Pada video itu, Prima bercerita kalau dirinya dan Serda Luthfie menikah pada 2013.
Perselingkuhan mulai mengganggu rumah tangga mereka ketika Prima sudah melahirkan anak pertama. Kala itu, Serda Lutfhie berjanji akan berhenti dan tidak akan mengulanginya lagi.
Akan tetapi, Prima kembali menemukan suaminya selingkuh. Ia juga mengetahui kalau suaminya kerap berhubungan dengan wanita pemandu lagu atau LC.
Baca Juga: Heboh Ibu di Sumut Melahirkan di Teras Puskesmas yang Sudah Tutup, Begini Kisahnya
Puncaknya ialah ketika Prima tengah mengandung anak ketiga. Serda Luthfie mulai melakukan kekerasan terhadapnya yang tengah hamil muda.
"Dia mulai sering menggunakan fisik, memukuli saya, mendorong saya, saya sampai dilarikan ke rumah sakit dibantu anggota polisi dan sudah mulai tidak menafkahi saya dan anak-anaknya."
Berita Terkait
-
Cuma Play Victim? Heboh Kisah Wanita Batal Nikah H-3 Gegara Tuntut Mahar Sertifikat Rumah
-
Yudo Margono Harus Lakukan Terobosan Mengganti Nama TNI
-
Seorang Istri Prajurit TNI Mengaku Alami KDRT, Suaminya Kerap Bergonta-ganti Hubungan dengan LC
-
Pinkan Mambo Nangis Minta Maaf ke Leslar hingga Raffi Ahmad: Saya Cuma Pengin Viral, Cari Duit Buat Anak-anak
-
Tak Setuju Ada Fit And Proper Test Calon Panglima TNI, Rocky Gerung: Itu Merendahkan!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab