Kemudian hakim meminta ditunjukan sebuah foto. Di mana foto itu hasil pemeriksaan itu sebelumnya sudah pernah ditunjukkan oleh saksi lain yakni Agus Nurpatria.
Rifaizal kemudian menjelaskan, bagaimana instingnya sebagai penyidik menemukan kejanggalan terkait tetesan darah.
"Mendengar dari keterangan Richard saat itu, ketika memang Richard menembak pertama kali kena bagian dada, sampai akhirnya almarhum menembak ke arah Richard, itu almarhum berjalan sambil menembakkan. Menurut pemahaman kami ketika proses berjalan, ketika sudah dia tertembak seharusnya ada tetesan darah," tutur Rifaizal.
Kejanggalan lainnya adalah pada saat itu Richard tidak ada luka sama sekali.
Rifaizal juga membenarkan pertanyaan hakim, terkait kejanggalan-kejangalan itu dirinya tidak bisa berbuat lebih jauh karena ada tekanan dari Ferdy Sambo yang saat itu juga masih ada di lokasi kejadian.
"Pada saat itu insting kami penyidik temukan kejanggalan, ....betul yang mulia, ditekan FS," ucap Nurfaizal.
Hakim lantas menanyakan apa yang dilakukan Nurfaizal selanjutnya. Yang dijawab dengan meminta Aiptu Sulap mengecek CCTV di dalam rumah. Karena, kata dia, ada dua CCTV yang mengarah ke TKP. Yakni di atas kamar dan di lokasi dapur.
"Waktu itu saya tanyakan, perintahkan Sulap cek CCTV, kemudian dijawab Sambo CCTV di rumah mati sudah tiga minggu," ungkapnya.
"Setelah mendengar itu, kami tidak fokus ke CCTV, kemudian ada perintah dari Kombes Pol Susanto, itu perintah dari Pak FS, terkait ini peristiwa tembak menembak jadi untuk barang bukti berupa senjata kami amankan terlebih dahulu ke Propam," imbuh Nurfaizal.
Baca Juga: Deretan Pengakuan 'Dosa' Bharada E di Persidangan Kasus Brigadir J, Kotak Pandora Terbuka?
Berita Terkait
-
Viral Ferdy Sambo Disebut Punya Dua Istri, Netizen: Wajarlah Ganteng, 11 12samaTomCruise
-
Syarifah Terobos Petugas Pengamanan: I Love You Pak Sambo, Aku Ingin Jadi Istrimu
-
Nangis-nangis Ngebet Dinikahi Ferdy Sambo, Syarifah: Saya Ingin Bapak Bertobat
-
CEK FAKTA: Anak Perempuan Ferdy Sambo Ditangkap Polisi Gegara Putri Candrawathi, Benarkah?
-
Lutfi Agizal Simpan Kecurigaan Soal Cewek Nangis-nangis Bela Ferdy Sambo, Singgung Soal Pengalihan Isu
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik