Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengusut bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung.
Dalam keterangannya pada Rabu (7/12), Kapolri mengatakan unit-unit di kepolisian akan dilibatkan dalam proses pendalaman peristiwa yang terjadi Rabu pagi.
“Seluruh tim, seluruh satgas diperintahkan untuk semuanya bergerak,” ujar Kapolri.
Sementara itu, ia juga mengonfirmasi bahwa proses olah TKP masih berlangsung di lokasi kejadian.
“Saat ini tentunya kita sedang terus melakukan pendalaman terkait dengan proses olah TKP yang saat ini sedang berlangusng, dan tentunya, dari olah TKP inilah kita melakukan proses pencarian terhadap kelompok yang berafiliasi dengan pelaku yang ada di TKP,” Listyo menjelaskan.
Listyo menyebut pelaku bom bunuh diri merupakan mantan narapidana terorisme yang pernah dihukum penjara di Lapas Nusakambangan selama empat tahun dan terafiliasi dengan kelompok JAD.
Agus Sujatno alias Agus Muslim diketahui pernah melakukan tindak pidana terorisme di Bandung pada 2017 yang dikenal sebagai bom panci Cicendo.
Akibat keterlibatannya itu, Agus Muslim kemudian ditahan di Lapas Nusakambangan dan kemudian dinyatakan bebas pada 2021.
Berita Terkait
-
Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Moeldoko: Nggak Ada Untungnya!
-
Terbongkar! Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Kapolri Listyo Sigit: Mantan Perakit Bom Panci
-
LPSK Sambangi Para Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung
-
Emosi Meledak Lihat Potongan Tubuh Suami di Polsek Astana Anyar, Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Mengurung di Kamar Kost
-
PBNU: Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Tidak Dibenarkan Agama!
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi