Suara.com - Rresesi seks tengah menghantui sejumlah negara, mulai dari China sampai dengan Korea Selatan disebut-sebut tengah menghadapi adanya fenomena tersebut.
Resesi seks ini berkaitan dengan masyarakat yang mulai ogah melakukan hubungan seks. Hal tersebut tentu saja berimbas pada angka kelahiran yang perlahan mulai mengalami penurunan.
Resesi seks ini pertama kalinya diumumkan oleh penulis Kate Julian di The Atlantic pada tahun 2018.
"Beberapa ahli yang saya ajak bicara menawarkan penjelasan yang lebih lengkap terkait penurunan seks. Misalnya, tingkat pelecehan seksual masa kanak-kanak yang menurun dalam beberapa dekade terakhir, dan pelecehan dapat mengakibatkan perilaku seksual dewasa sebelum waktunya dan seks bebas," tulis Julian di The Atlantic.
Hal tersebut terjadi di Korea Selatan. Di bulan Agustus 2022, muncul laporan bahwa angka kesuburan di Korea Selatan mencapai presentase yang cukup rendah, di mana angka kesuburan di negara tersebut berada pada angka 0,81 persen per tahun 2021.
Fenomena resesi seks ini tentu saja bisa menjangkiti negara manapun. Terlebih fenomena ini disebut dipicu akibat gaya hidup sampai dengan tuntutan pekerjaan yang membuat rasa enggan melakukan seks semakin besar.
Lantas, bagaimana dengan negara Indonesia? Apakah fenomena resesi seks ini berpotensi terjadi di Indonesia? Simak fakta-faktanya berikut ini.
Bisa saja terjadi meskipun melalui proses yang masih panjang
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, resesi seks ini mungkin saja terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Pelaku Bom Bali Bebas Bersyarat, Begini Respons Wakil Perdana Menteri Australia
Namun, proses terjadinya fenomena tersebut masih panjang, dan tidak akan terjadi dalam waktu yang dekat.
Indonesia jadi negara yang cukup banyak menunda memiliki anak dan menikah
Menurut Hasto, masyarakat Indonesia masih ‘doyan’ menikah. Tidak hanya itu, kebanyakan orang Indonesia yang menikah juga mempunyai tujuan pro-kreasi atau keinginan untuk mempunyai anak.
Meskipun usia pernikahan di Indonesia kerap kali diundur karena banyak yang memilih untuk menempuh studi, karier, dan sebagainya.
Hasto menerangkan bahwa di Indonesia sendiri memang cukup banyak yang telah menunda mempunyai anak dan menikah, terlebih lagi masyarakat di kota-kota besar.
Mementingkan kebutuhan dan kesejahteraan pasangan
Berita Terkait
-
Pelaku Bom Bali Bebas Bersyarat, Begini Respons Wakil Perdana Menteri Australia
-
Harga iQOO 11 di Indonesia Mulai Rp 11 Juta, Ada Diskon untuk Pemesan Perdana
-
Profil Trevor Noah, Komedian Amerika Sindir Pasal Seks di Luar Nikah KUHP Indonesia
-
Skuad Timnas Indonesia Dinilai Sudah Mumpuni, Shin Tae-yong Tak Akan Tambah Pemain untuk Piala AFF 2022
-
Gagal Melaju ke Babak Grand Final, Dayan Dinobatkan Jadi Juara 3 KDI 2022
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari